Keributan Di Kediaman Santo Sumendap bukan disebabkan Wakapolsek Tanimbar Utara Tetapi Sebuah Kesalapahaman.

Uncategorized262 Dilihat

 

Saumlaki, Satyabhayangakara.co.id – Keributan/adu mulut yang terjadi antara saudara Santo Sumendap dengan saudara Hengky Amos yang mana sebagai Wakapolsek Tanimbar Utara, dimana keributan itu terjadi bukan karena Wakapolsek Tanimbar Utara itu dalam kondisi mabuk (konsumsi alkohol) akan tetapi itu terjadi akibat salah paham. Rabu, (10/04).

Dari laporan masyarakat setempat terkait keributan tersebut, awak media ini menghubungi yang bersangkutan untuk dimintai keterangan lewat sambungan telepon seluler, ini keterangan Wakapolsek Tanimbar Utara dalam menanggapi kejadian tersebut.

Menurut keterangan Wakapolsek Tanimbar Utara IPDA Hengki Amos bahwa setelah tiba di depan rumah Santo, mendapat tindakan kurang menyenangkan yang dilakukan oleh Santo Sumendap bersama istrinya dimana IPDA Hengky Amos yang masih berada di atas sepeda motor dan menanyakan keberadaan Bripda Agung Gumelar yang merupakan adik dari Santo mendapat perlakuan yang kurang menyenangkan karena dibentak dan sempat dimaki.

“Kemarin merupakan Hari Raya Idul Fitri, Saya mau melakukan silaturahmi kepada anak buah saya Bripda Agung Gumelar yang mana adik dari saudara Santo. Setelah saya tiba di depan rumah Santo, si Santo yang sementara berdiri di depan rumahnya sendiri langsung saya menyapa hendak menanyakan keberadaan adiknya yang mana anak buah saya itu. Ketika saya menyapa dan menanyakan Bripda Agung pada saat itu langsung saya mendapat perlakuan yang tidak wajar dari saudara Santo berupa kata-kata yang tidak wajar serta kata-kata makian pula yang saat itu sedang direkam oleh istri dari saudara Santo menggunakan HP ( Heand Phone) miliknya,” Ungkap Amos.

“Saya yang mendapat perlakuan seperti itu langsung saya tanya kepada mereka bahwa salah saya apa sehingga saya dapat bicara dan makian seperti begini ?
Yang saya tahu persis saat itu bahwa saudara Santo dalam kondisi menkomsusi alkohol (mabuk) bersama beberapa rekannya,” jelas Amos.

“Selain mendapat perlakuan yang tidak wajar tersebut, saya juga difitnah bahwa saya akan melakukan pembongkaran rumahnya saudara Santo. Bagi saya perlakuan saudara Santo ini sangat tidak wajar kepada saya yang mana jabatan institusi saya sebagai Wakapolsek Tanimbar Utara dapat tercoreng,” lanjutnya.

Selain keterangan Wakapolsek Tanimbar Utara, ada juga keterangan saksi yang sempat juga menyaksikan peristiwa tersebut.

Menurut keterangan saksi RB ketika dirinya bersama istri melewati depan rumah Sdr. Santo dan melihat Wakapolsek dengan Baya istri saudara Santo beradu mulut, dimana Wakapolsek sempat mengeluarkan bahasa “kenapa kamong bakalai beta dan maki beta begitu ?”. Selanjutnya saksi tersebut kembali ke rumah.

Adapaun keterangan dari saksi lain yang turut menyaksikan kejadiaan itu.

Menurut keterangan saksi JL bahwa sebelum kejadian tersebut dirinya sempat melihat saudara Santo dan rekan-rekannya mengkonsumsi minuman keras di Pantai Keliobar sehingga berdampak terhadap kesalapahaman yang terjadi tadi malam (Rabu, 10 April 2024) di depan rumah saudara Santo Sumendap.

Erwin