Polsek Tamalate Mandul? Kasus Penganiayaan Dibiarkan Menguap Begitu Saja? PERCUMA LAPOR POLISI

News630 Dilihat

SATYA BHAYANGKARA-BULUKUMBA
-Makassar, 27 September 2025 – Kasus penganiayaan yang menimpa Mw, seorang warga biasa di Mallengkeri, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, kini menjadi tamparan keras bagi citra kepolisian. Bagaimana tidak, laporan yang diajukan ke Polsek Tamalate tiga bulan lalu, terkait insiden penganiayaan yang terjadi pada 23 Juni 2025, hingga kini tak kunjung menemui titik terang! Korban merasa diabaikan, keadilan seolah menjadi barang mewah yang tak mampu ia jangkau.

MW, dengan suara bergetar, menceritakan bagaimana ia menjadi korban penganiayaan pada 23 Juni 2025. Dengan harapan mendapatkan keadilan, ia melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tamalate. Namun, apa yang ia dapatkan hanyalah janji-janji kosong dan proses yang berjalan lambat bak siput.

“Saya ini orang kecil, tidak punya apa-apa. Saya hanya ingin keadilan. Tapi kenapa kasus saya seperti diabaikan? Apakah karena saya tidak punya uang untuk menyewa pengacara?” ungkap MW dengan nada putus asa.

Lambatnya penanganan kasus ini memicu kemarahan dan kekecewaan di kalangan masyarakat. Banyak yang menilai, Polsek Tamalate terkesan melindungi pelaku dan mengabaikan hak-hak korban.

“Ini sudah keterlaluan! Kalau orang kecil seperti MW saja tidak bisa mendapatkan keadilan, lalu bagaimana dengan kami yang lain? Polisi seharusnya melindungi masyarakat, bukan malah menutup mata!”.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polsek Tamalate masih bungkam seribu bahasa. Upaya konfirmasi yang dilakukan oleh sejumlah media tidak mendapatkan respons yang memuaskan.

DESAKAN KERAS UNTUK POLRESTABES MAKASSAR DAN POLDA SULSEL!

Masyarakat mendesak Kapolrestabes Makassar dan Kapolda Sulsel untuk segera turun tangan menyelesaikan kasus ini. Jangan biarkan kasus ini menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Sulawesi Selatan. Kami menuntut transparansi dan tindakan tegas terhadap oknum-oknum yang terlibat dalam upaya menghalang-halangi penegakan hukum.

Narasumber. MW

Pewarta.Basri