SATYA BHAYANGKARA | KABUPATEN CIREBON, – Pemerintah Republik Indonesia terus mengakselerasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto sebagai program prioritas nasional
Program MBG merupakan respon langsung terhadap tantangan malnutrisi di Indonesia yaitu kekurangan gizi, kelebihan gizi, dan kekurangan zat gizi mikro. Data tahun 2022 mencatat bahwa 32% anak Indonesia mengalami anemia, 41% tidak sarapan, dan 58% memiliki pola makan tidak sehat, terutama pada kelompok rentan di fase emas pertumbuhan.
Dengan dapur Sentra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mampu melayani rata-rata 3.000 orang per hari, menu MBG disusun berdasarkan prinsip “Isi Piringku” dan memenuhi 25–35% kebutuhan gizi harian. Program ini diawasi langsung oleh Badan Gizi Nasional, pemerintah daerah, dan sistem digital nasional untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas.
Di samping manfaat gizi dan kesehatan, MBG turut memperkuat ketahanan ekonomi melalui pengurangan beban pengeluaran rumah tangga, penciptaan jutaan lapangan kerja, dan stabilisasi harga pangan lewat pembelian langsung dari produsen rakyat.
Ir. H. Bastoni, S.Pt., M.Sc.,IPM., ASEAN ENG selaku pemilik pusat daging lokal dan Impor UUT BEEF yang bersertifikat halal Indonesia di Cirebon dan juga pengurus SPPG UUT BEEF, menuturkan melalui tim liputan media ini “bahwa Sentra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) UUT BEEF, kita harus melakukan persiapan yang matang, demi untuk mendapatkan hasil yang maksimal
Kita sengaja merekrut minimal satu Chef yang memiliki sertifikasi chef,yang setidaknya kita bisa memastikan bahwa makanan yang akan kita salurkan itu aman”terangnya
Setidaknya dengan adanya salahsatu chef yang memiliki sertifikat, kita bisa menjamin kebersihan dan kualitas makanan bergizi yang kita salurkan untuk para pelajar”ungkapnya
Sentra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) UUT BEEF Siap Menjadi Pelopor Dapur MBG dengan sertifikat halal Indonesia di Cirebon”tandasnya
Pewarta : Arif prihatin





