SATYA BHAYANGKARA-JENEPONTO -Senin,27/1/2026.Demonstrasi yang terjadi di depan kantor polres Jeneponto tadi siang di warnai kericuhan.
Awalnya demonstran tersebut berjalan dengan lancar dan biasa biasa saja.jenderal lapangan demonstran Riyan menyampaikan orasinya dengan lantang dan penuh semangat yang mengkritik pihak kepolisian polres Jeneponto dalam menjalankan tugas dan wewenangnya yang tidak seperti apa yang masyarakat harapkan.
Banyak kejanggalan kejanggalan dan ke kekeliruhan yang di lakukan para porsonel polres Jeneponto yang di lakukan dalam menjalankan tugasnya.di antaranya kasus tangkap lepas baik para pengguna narkoba maupun para bandar narkoba yang ada di Jeneponto,baik itu bandar besar maupun bandar kecil.
Dan adanya setoran rutiin dari proyek Daerah air minum (PDAM) Jeneponto setiap kali polres Jeneponto melakukan hari ulang tahun Bhayangkara polri.
Yang paling krusial orasi yang disampaikan para demonstran adalah, maraknya tambang illegal di Jeneponto yang seakan akan menutup mata para petugas kepolisian yang ada di Jeneponto.
Hampir semua kecamatan yang ada di Jeneponto terdapat aktivitas tambang illegal.di desa desa dan di kelurahan ada kegiatan tersebut.seakan akan para petugas kepolisian menutup mata,buktinya tambang tambang illegal di Jeneponto meraja Lela.kata jenderal lapangan demonstran Ryan dalam orasinya.
Lantangnya orasi sang jenderal lapangan membuat hati para demonstran lainnya tersulup emosinya mencoba merangsek masuk ke dalam kantor polres Jeneponto yang di jaga ketat oleh puluhan personel kepolisian polres Jeneponto termasuk para polisi wanita.(polwan).
Di situlah terjadi kemelut dan sempat terjadi adu pukul antara demonstran dan para petugas ke polisian.ada seorang perwira polisi jatuh tersungkur.untung teman teman demonstran lainnya berhasil menghalau dan mencegah teman temannya yang akan ikut ricuh.
jumlah para demonstran di perkirakan sebanyak puluhan orang dari kalangan mahasiswa.baik mahasiswa yang ada di Jeneponto maupun mahasiswa dari Makassar dan beberapa lembaga organisasi masyarakat yang ada di jeneponto. dan para demonstran tersebut tidak berhasil menemui Kapolres Jeneponto yang baru untuk dialog.
Para demonstran meminta kepada pihak kepolisian polres Jeneponto untuk selalu meneggakkan supremasi hukum.Penegakkan hukum di Jenoponto kini sedang mati suri.innalillahi wainnailahi Raji’un.tutupnya.
pewarta-M.Sano kannawa.





