SATYA BHAYANGKARA | LUWU UTARA, – Banjir besar melanda wilayah Kecamatan Malangke dan sudah berlangsung selama dua pekan penuh hingga hari ini, Senin 25 Mei 2026. Wilayah terdampak meliputi Desa Tolada (Dusun Lumu-Lumu dan Dusun Talagonggo) serta seluruh wilayah Desa Tingkara. Banjir terjadi akibat jebolnya tanggul sepanjang kurang lebih 500 meter yang berada di wilayah Desa Polewali, sehingga aliran air dari Sungai Masamba dan Sungai Baliase menyatu lalu meluap membanjiri pemukiman.
Ketinggian air mencapai lutut hingga pinggang orang dewasa, membuat akses jalan terputus total, puluhan rumah terendam, dan seluruh aktivitas warga terhenti. Penanganan dilakukan oleh Kepala Desa Tolada, Kepala Desa Tingkara beserta perangkat dan Kepala Dusun, bekerja sama dengan anggota Kepolisian, tim relawan, serta Tim Tingkara/Tindak Laksana yang menerobos air untuk menyalurkan bantuan kebutuhan pokok.
Bapak Misran selaku masyarakat setempat mengatakan kondisi yang dialami warga serta harapannya kepada pemerintah.
“Kami sudah bertahan dua minggu tergenang air, susah keluar dan susah cari makan. Penyebabnya jelas karena tanggul di Desa Polewali jebol sampai air meluap masuk ke sini. Kami sangat berharap kepada Bapak Bupati dan pemerintah, supaya tanggul yang rusak itu segera diperbaiki dengan kokoh. Selain itu tolong keruk juga dasar sungainya, supaya aliran air lancar dan banjir seperti ini tidak datang lagi setiap tahun,” ujarnya.
Hari ini, Bupati Luwu Utara Bapak Andi Abdullah Rahim bersama seluruh OPD terkait dijadwalkan turun langsung meninjau lokasi, mulai dari pemukiman warga hingga titik tanggul yang rusak. Kedatangan ini dinantikan agar aspirasi masyarakat segera didengar dan ditindaklanjuti demi keselamatan seluruh warga Kecamatan Malangke.
Irsan HB





