SATYA BHAYANGKARA | JAKARTA, –Sabtu ( 29/11/2025 ) Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meminta PT Pos Indonesia segera mengambil langkah agar tidak terjadi penumpukan dan berpotensi terjadi kegaduhan dalam penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS).
Permintaan Mensos ini disampaikan menyusul laporan mengenai adanya antrean panjang di beberapa kantor pos pada saat masyarakat mengambil BLTS.
“Saya minta PT Pos segera mengambil langkah agar tidak terjadi penumpukan dalam penyaluran Bansos,” ujar Gus Ipul, Jumat (28/11/2025).
Gus Ipul mengatakan, pengaturan kedatangan penerima manfaat perlu dilakukan secara terjadwal dan proporsional, bekerja sama dengan pemerintah daerah, pendamping sosial, serta aparat setempat.
“Jangan sampai ada keributan. Kita pastikan semua berjalan tertib, aman, dan manusiawi,” kata dia.
Mensos juga meminta PT Pos memberikan jalur layanan khusus bagi lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas, agar mereka tidak perlu berdesakan atau menunggu terlalu lama.
“Lansia dan disabilitas harus mendapat layanan khusus. Mereka tidak boleh ikut antre panjang. Ini prinsip dasar pelayanan yang berkeadilan,” katanya.
Gus Ipul menambahkan bahwa para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), TKSK, dan aparat kelurahan diminta membantu mengarahkan warga agar penyaluran lebih tertib.
Hingga saat ini, penyaluran BLTS telah mencapai 20 juta KPM. Kementerian Sosial terus memantau perkembangan di semua provinsi dan bekerja sama dengan PT Pos untuk memastikan proses penyaluran berjalan cepat dan tepat sasaran.
Gus Ipul menegaskan bahwa BLTS merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat daya beli masyarakat sekaligus membantu keluarga penerima manfaat menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok.
“Kita ingin bantuan ini benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak, tanpa hambatan dan tanpa menyulitkan mereka,” ujarnya.
Mensos juga mengimbau masyarakat agar tidak panik atau berbondong-bondong datang bersamaan ke kantor pos.
“Datang sesuai jadwal, ikuti arahan petugas. Bantuan ini tidak akan hilang, tidak akan berkurang. Semua pasti mendapatkan jatah sesuai haknya,” tegas Gus Ipul.
Pewarta : Arif prihatin





