RDC Siap Memajukan Cirebon Melalui Wisata Seni, Budaya Dan Kuliner Serta UMKM

Uncategorized179 Dilihat

SATYA BHAYANGKARA | KABUPATEN CIREBON, – Pasca pandemi Covid-19, salah satu Program pemerintah adalah Pemulihan Ekonomi Nasional ( PEN ).

Dan sektor yang paling memungkinkan untuk menghidupkan UMKM adalah sektor pariwisata.
Pasar Centra batik Trusmi dapat menjadi pilihan yang layak sebagai gerbang pariwisata Kabupaten Cirebon

Kabupaten Cirebon sebagai kota transit sudah selayaknya memiliki sebuah spot transit atau ETALASE yang presentatif yang dikemas dalam bentuk pariwisata berupa wisata budaya, wisata kuliner maupun wisata religi. Mengingat Topografi kabupaten Cirebon yang memiliki alam pegunungan dan pantai atau laut yang di dukung dengan UMKM, Ekonomi Kreatif, Handicraft dan lain – lain

Demi mewujudkan Cirebon sebagai salah satu barometer wisata di Jawa Barat, RDC melaksanakan audensi dengan DPRD kabupaten Cirebon dan juga semua pihak terkait termasuk dinas perhubungan, dinas kebudayaan, dinas perindustrian dan perdagangan serta dinas- dinas lainnya. Selasa ( 2/07/2024 ) pukul 11: wib hingga selesai

Acara dihadiri oleh ketua komisi ll DPRD kabupaten Cirebon H. R. HASAN BASORI, S.E., M.Si. , Drs. H. M. Ridwan, M.Pd.I anggota komisi ll, Ketua RDC
: Arief Rahman
Sekretaris
: Wahyu Heryanto
Bendahara
: Afifah Tuz Zazilah
Koordinator Bidang
: Jaelani Johar
Bidang Advokasi Hukum & HAM
: Hani
Bidang Masyarakat, Komunikasi & Kerohanian
: Dirman
Bidang Publikasi, Dokumentasi & IT
: Arif Prihatin
Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia
: 1. Ade Candra Purnomo
2. Muhdis Syamsul Rifai
Bidang Usaha Kesejahteraan Sosial
: Muslikha
Bidang Lingkungan Hidup, Pertanian & Pariwisata
: Virgiyanti
Bidang Ekonomi skala kecil & Koperasi
: Yusminar
Bidang Seni & Budaya
: Iis Aphita
Bidang Pengembangan Olahraga
: Nuni Shoraya,Kepala Bidang Sarana dan Pelaku Distribusi pada Disperdagin Kabupaten Cirebon Ardiles Alfa Jatiwantoro , Sekdis Kominfo FAJAR SUTRISNO, S.Si. , perwakilan bapelitbangda,Bapenda dan Ferry dari dinas perhubungan kabupaten Cirebon

Dalam diskusi yang diawali oleh ketua RDC Arif Rahman yang lebih akrab disapa To’ip mengatakan ” adanya Bangunan yang berdiri sejak tahun 2017 ini, sangat disayangkan kalau harus terbengkalai, kami dari RDC pada tahun 2022 berinisiatif untuk kembali menghidupkan kembali kuliner yang ada di belakang pasar Centra Batik Trusmi.
Dengan biaya sendiri dan atas ijin dari dinas perindustrian dan perdagangan kabupaten Cirebon untuk melakukan renovasi di area lokasi kuliner termasuk fasum yang ada sedikit kendala ( rusak ). Karena Keterbatasan anggaran kita, rencana launching kios kuliner diakhir tahun 2022 gagal apalagi fasilitas umum seperti penerbangan jalan, parkir dan juga WC yang belum memadai
Atas dasar itu maka kami memohon kepada semua pihak terutama pemerintah daerah untuk duduk bersama guna mencari solusi agar area pasar centra Batik Trusmi dapat maju dan berkembang sesuai dengan harapan kita bersama

Mestinya bila hal ini di konsep dan di kelola secara profesional akan dapat menjadi destinasi wisata yang mampu bersaing dengan kabupaten tetangga. Dan Untuk merealisasikan semua itu perlu sinergi yang baik antar stakeholder yang ada di kabupaten Cirebon”ungkapnya

Sementara dari semua perwakilan dinas menyetujui ide cemerlang dari RDC guna kemajuan kabupaten Cirebon

Sementara ketua Komisi ll DPRD kabupaten Cirebon H. R. HASAN BASORI, S.E., M.Si. mengatakan bahwa Untuk memajukan pasar sentra batik trusmi, bukan hanya dengan Penambahan sarana dan prasarana tapi, kita juga harus memiliki beberapa faktor penunjang seperti keunikan atau apapun yang nantinya bisa menarik pengunjung itu sendiri untuk datang

Untuk dinas perindustrian dan perdagangan sendiri saya harap bisa untuk merelaksasi para pedagang dan tidak menargetkan retribusi dulu. Paradigmanya kita sedikit melakukan tarik mundur untuk memperoleh loncatan yang lebih jauh, kira – kira seperti itu ” ucapnya

Intinya kita semua harus bisa untuk berkolaborasi demi terciptanya kemajuan perekonomian daerah sebagaimana yang kita inginkan bersama”tandasnya

Pewarta : Arif prihatin