SATYA BHAYANGKARA JENEPONTO – Sekertaris Redaksi Satya Bhayangkara Kabupaten Jeneponto, Muh. Natsir Gassing, menyoroti keterlambatan proyek pembangunan jalan usaha tani yang dikerjakan oleh Pemerintah Desa Kayuloe Barat, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto. Sabtu 20/12/2025
Pasalnya, proyek yang didanai oleh Dana Desa (DD) tahun anggaran 2025 tersebut hingga kini belum juga rampung.
Hal ini dapat menjadi pertanyaan dan perbincangan secara umum kenapa pekerjaan tersebut mangkrak, pada waktu awak media satya bhayangkara investigasi di lokasi pekerjaan pada hari Senin tidak ada yang beraktivitas.
Dari narasumber yang di dapat di lokasi menerangkan bahwa pekerjaan tersebut Mangkrak sudah 2 bulan lebih, sampai sekarang belum selesai, hal itu menjadi polemik warga karena di duga pekerjaannya tidak sesuai dengan Spesifikasi, ini juga sangat di sayangkan karena jalan usaha tani tersebut sangat bermanfaat bagi para petani setempat. Namun kondisi jalan tani tersebut hanya sebatas timbunan batu besar bukan sirtu dan tidak adanya pemadatan yang layak.
“Baru hanya timbunan yang ada dengan pondasi ± 100 meter yang dikerja dan itu pun sudah 1 bulan lalu.”ungkapnya.
Dia menyebutkan bahwa anggaran proyek tersebut mencapai Rp 390.000.000, yang sumber dananya dari Dana Desa (DD).
Menurutnya, pemerintah desa di bawah pimpinan kepala desa dinilai gagal dalam menyelesaikan proyek berbandrol ratusan juta tersebut.
Dalam RAB dan gambarnya dalam proyek 407 meter, tidak tertulis lebar jalan dan tanggal pengerjaannya, lalu ada 1 titik yang rencananya akan dipasangkan gorong-gorong. Karna apabila tidak dipasankan gorong-gorong maka titik lokasi tersebut akan terancam longsor karna lokasinya rawan banjir, ini juga yang menjadi salah satu keluhan masyarakat setempat. Karna apabila jalanannya longsor maka tidak bisa lagi dilalui kendaraan.
“Ini ada apa, kenapa belum dikerjakan,” tanya warga saat berbincang dengan awak media di lokasi proyek.
Gorong-gorongnya pun belum juga dikerjakan, bahkan kondisi jalannya sangat tidak layak untuk dilewati oleh kendaraan.
Salah seorang pria pun yang juga tidak mau disebut namanya, mengatakan proyek Pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) tersebut berpotensi menjadi ajang penyelewengan uang negara karena keterlambatan pengerjaannya.
Teamred





