SATYA BHAYANGKARA|JENEPONTO — Innalilahi wa innailaihi rojiun. Mengenang malam ke-tuju Almarhum Resman Bin Rade (40). Kepergian almarhum di usia yang masih relatif muda tentu meninggalkan duka mendalam, terutama bagi istri dan keempat anak yang ditinggalkan. Malam ke-tujuh ini menjadi momen bagi keluarga, kerabat, dan tetangga untuk berkumpul, mengirimkan doa, serta mengenang kebaikan almarhum semasa hidupnya. Berlangsung dirumah kediamannya, Bungkeke. Kelurahan Bontoa Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto Sabtu. 11/04/2026.
“Semoga Allah SWT mengampuni segala khilaf almarhum, menerima segala amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Untuk istri dan keempat anak yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan, kekuatan, serta rezeki yang lapang untuk melanjutkan kehidupan.
“Acara tersebut berlangsung hikmat dan penuh kekusyukan para jamaah mendengarkan paparan takziah yang dibawakan oleh ustadz.Suasana haru menyelimuti malam ke-tujuh Almarhum Resman Bin Rade (40) tersebut. Para tetangga dan kerabat yang hadir turut memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan, sebagai wujud solidaritas dan empati sesama warga.Semoga segala rangkaian doa yang dipanjatkan menjadi amal jariyah bagi almarhum dan menjadi penguat bagi keluarga.
“Acara tersebut berlangsung hikmat dan penuh kekhusyukan. Para jamaah mendengarkan paparan takziah yang dibawakan oleh ustadz….Dengan seksama. Dalam tausiyahnya, beliau mengingatkan tentang arti kesabaran, keikhlasan, serta pentingnya saling mendoakan orang yang telah berpulang ke Rahmatullah agar Almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah swt.
“Pimpinan Redaksi Satya bhayangkara Muh Darwis Dg situju yang hadir di acara tersebut mengungkapkan” Rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga Almarhum Resman Bin Rade (40). Beliau menyampaikan, “Kepergian almarhum di usia muda tentu menjadi ujian berat, khususnya bagi istri dan keempat anak yang ditinggalkan. Namun kita yakin, setiap yang bernyawa pasti akan kembali kepada Allah swt. Tugas kita yang masih hidup adalah mendoakan dan melanjutkan kebaikan-kebaikan yang pernah almarhum lakukan.”
“Dg Situju juga mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk terus menguatkan keluarga almarhum, baik secara moril maupun materiil. “Inilah wujud kebersamaan kita sebagai masyarakat. Di saat ada yang berduka, kita semua hadir memberi dukungan,” ujarnya.
Acara tahlilan malam ke-tujuh itu ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh ustadz, memohon agar almarhum diampuni dosanya dan keluarga diberi ketabahan.
Pimred





