Kasus Kebakaran Sumur Bor Dibontoa Sudah menemukan titik terang Lewat Mediasi.

News10 Dilihat

SATYA BHAYANGKARA JENEPONTO — Keseriusan lurah Bontoa Saharullah S.S Kom
bersama Bimmas Bontoa didalam menyelesaikan kasus-kasus yang ada di kelurahan tersebut melalui jalur musyawarah Patut diacungi jempol. Seperti kasus kebakaran sumur bor yang terjadi beberapa bulan lalu kini sudah menemukan titik terang, Dengan menghadirkan pelaku dan pengelola Lewat mediasi yang berlangsung Dikantor Kelurahan Bontoa, Jeneponto Selasa. 6/01/2026

“Kejadian tersebut sudah berjalan tiga bulan, Namun tidak kunjung selesai pasalnya antara pihak pengelola dan kedua pelaku tidak pernah singkron akhirnya kasus ini berjalan lambat. Dari hasil pantauan Satya bhayangkara.com.id menemukan adanya keganjilan didalam kasus tersebut, Kuat dugaan pihak pengelola lalai dalam menjalankan tugasnya karena membiarkan rumput tumbuh subur disekitar area sumur bor tersebut sampai mengering akhirnya api mudah merambat dan mengakibatkan kebakaran.

“Proses mediasi tersebut diatas berjalan aman dan terkendali walaupun tidak dikonfrontir antara pengelola dengan kedua pelaku Namun hasil mediasi tersebut sangat memuaskan diantara dua belah pihak, Menurut,” Muh Darwis Yang akrab disapa Dg Situju mewakili adiknya sebagai pihak pelaku, Mengatakan” Saya sangat berterima kasih atas semua yang terlibat dalam proses mediasi ini Termasuk Lurah Bontoa Saharullah S.S Kom, Bimmas Bontoa serta Syarifuddin Awing Kepala Lingkungan Bungkeke.

 

Kronologi Kejadian

Posisi Tandong tersebut sudah ditempat yang sudah disediakan khusus, Seiring degan berjalannya waktu Pelaku berinisial, Lel, S.e. 50 tahun, Tiba-tiba datang memotong pipa instalasi yang sudah terpasang dan mengambil tandong tersebut tanpa seizin dengan pihak pengelola dengan alasan meminjam untuk dipergunakan sebagai penampung air saat dipesta khitanan cucunya. Anehnya Karena saat pelaku mengembalikan Tandong tersebut tidak menyambung kembali pipa instalasinya yang ia potong sehingga Tandong tersebut mudah jatuh saat hujan dan angin tiba ini dikategorikan sebagai pelaku utama.

Kronologi Pelaku Ke,2

Pelaku kedua berinisial w,n” T.i Membersihkan sawahnya yang kebetulan berdampingan dengan sumur bor tersebut dan membakar sampah yang sudah dibersihkan didekat area bor dan memastikan api aman tidak merambat kearea bor dan menunggu api sampai benar-benar padam. Setelah menunggu beberapa jam api sudah padam/aman akhirnya pelaku pulang, Entah kenapa bisa api tadinya sudah padam merambat kearea bor menhanguaskan tandong serta pipa instalasinya.

Pemred