Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Cirebon bersama Pertamina HSE Training Center melalui Patra Cirebon Hotel and Convention menggelar Basic Safety for Refinery Training di halaman Kantor Disdamkarmat Kabupaten Cirebon, Kamis (22/1/2026).
Pelatihan ini menitikberatkan pada pengenalan potensi bahaya kebakaran serta kemampuan pemadaman dini menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah dan sektor energi dalam meningkatkan budaya keselamatan kerja.
Kepala Disdamkarmat Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra mengatakan, pelatihan ini telah rutin dilaksanakan selama beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, sinergi dengan Pertamina HSE Training Center menjadi langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran, khususnya di sektor minyak dan gas.
“Kami bekerja sama dengan Pertamina HSE Training Center untuk menyosialisasikan penanggulangan dan potensi bahaya kebakaran,” ujar Dadang.
“Kegiatan ini sudah berjalan beberapa tahun dan didampingi instruktur yang berpengalaman melatih pegawai,” ungkapnya.
Ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan kolaborasi yang terus terjalin.
“Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pertamina yang telah berkolaborasi dengan Disdamkar Kabupaten Cirebon,” tuturnya.
“Kegiatan ini sudah berjalan dua tahun ke belakang dan semoga memberi manfaat besar bagi petugas keamanan dan pegawai lainnya,” kata Dadang.
Dadang berharap pelatihan serupa dapat terus berlanjut. Ia menilai keberlanjutan program menjadi kunci dalam membangun kesiapan sumber daya manusia menghadapi potensi kebakaran di lingkungan kerja.
Instruktur pelatihan Pertamina HSE Training Center, Syamsul Daniel, menekankan pentingnya penguasaan penggunaan APAR sebagai langkah awal penanganan kebakaran.
Ia menyebut, risiko kebakaran di sektor minyak dan gas tergolong tinggi dan memerlukan respons cepat.
“Pemadaman di sini rata-rata menggunakan APAR. Alat ini sangat penting untuk pemadaman awal atau dini. Di bidang minyak dan gas, kebocoran kecil saja bisa memicu kebakaran,” jelas Syamsul.
Ia menambahkan, penggunaan APAR bertujuan mencegah eskalasi kebakaran agar tidak membesar.
“Berdasarkan data kejadian, APAR sangat bermanfaat untuk mencegah kebakaran meningkat. Pencegahan dini menjadi kunci,” ujarnya.
Syamsul juga mengungkapkan, pemahaman penggunaan APAR sudah dikenalkan sejak awal rekrutmen pekerja Pertamina.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap pekerja memiliki kesadaran dan kemampuan dasar dalam menghadapi situasi darurat kebakaran.
Sumber : DISKOMINFO Kabupaten Cirebon
Pewarta : Arif prihatin





