SATYA BHAYANGKARA-BULUKUMBA
-13 Februari 2026 – Semangat menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H mulai terasa di lingkungan pendidikan Kabupaten Bulukumba. Sebanyak 170 siswa SMP 5 Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba mengikuti Kajian Islam bertajuk “Memahami Fiqih Puasa untuk Meraih Ramadhan yang Berkualitas” yang diselenggarakan di Masjid lingkungan sekolah pada Jumat (13/02/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Pengawas PAI Darmawati Amin, perwakilan pemerintah setempat, orang tua siswa, serta tokoh masyarakat, yang menunjukkan sinergi kuat antara sekolah dan lingkungan dalam membentuk karakter religius generasi muda.
Gema Al-Qur’an dari Siswa
program Kelas Tahfidz Qur’an
Acara dibuka dengan suasana khidmat melalui pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Panji Pratama, siswa kelas VII. Panji merupakan siswa binaan program Tahfidzul Qur’an SMP 5 Bulukumba kolaborasi LPPAR (Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Anak dan Remaja) Wahdah Islamiyah Bulukumba. Lantunan suaranya yang merdu menjadi pembuka yang menggugah spiritualitas seluruh hadirin.
Apresiasi dan Pesan Kepala Sekolah
Kepala SMP 5 Bulukumba, A. Ratnawati, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas terlaksananya pengajian ini. Beliau menekankan bahwa penguasaan ilmu agama adalah modal utama sebelum memasuki bulan puasa.
”Kami sangat bersyukur karena ilmu terkait Ramadhan sangat dibutuhkan demi mencapai ibadah yang berkualitas.
Saya mengingatkan seluruh warga sekolah, terutama para siswa, untuk betul-betul memanfaatkan waktu Ramadhan dengan mengisi kegiatan bermanfaat seperti membaca Al-Qur’an, latihan ceramah, dan mengasah keterampilan amaliah lainnya,” pesan A. Ratnawati.
Pemaparan Interaktif: Menghindari Puasa yang Sia-sia
Memasuki acara inti, Ustaz Jusman, M. (Pengurus MUI sekaligus Ketua DPD Wahdah Islamiyah Bulukumba) hadir memberikan materi secara interaktif. Beliau mengupas tuntas persiapan menyambut bulan suci, keutamaan salat Tarawih, hingga kemuliaan malam Lailatul Qadr.
Dalam paparannya, Ustaz Jusman menekankan tiga poin krusial bagi para siswa:
Interaksi dengan Al-Qur’an: Ramadhan adalah Syahrul Qur’an, sehingga wajib bagi setiap Muslim untuk memperbanyak bacaan dan tadabbur.
Waspada Puasa Sia-sia: Beliau mengingatkan hadits Nabi SAW mengenai golongan orang berpuasa yang hanya mendapatkan haus dan lapar karena gagal menjaga adab dan syariat.
Pendalaman Fiqih: Sesi ditutup dengan tanta jawab dan penjelasan teknis mengenai rukun, syarat sah, serta hal-hal yang membatalkan puasa agar ibadah siswa sesuai dengan tuntunan sunnah.
”Melalui kajian ini, diharapkan lahir generasi muda Bulukumba yang tidak hanya berpuasa secara lisan, tetapi berpuasa di atas landasan ilmu yang kuat,” pungkas Ustaz Jusman di akhir materi.
(*whd*)
Pewarta.Basri





