SATYA BHAYANGKARA | CIREBON, – Bertempat di Bandar Jakarta yang beralamat di Jl. Cipto Mangunkusumo kota Cirebon,Senin ( 16/02/2026 )
Acara dihadiri oleh Walikota Cirebon,Effendi Edo, pemilik Bandar Jakarta seafood dan sekaligus wakil walikota Cirebon,Siti Farida Rosmawati S.Pd.I, para ulama dan kiyai serta santriwan dan santriwati seantero Cirebon
Saya bersyukur Formula se-Cirebon Raya dideklarasikan sebagai manifestasi atau bentuk adanya kesadaran kolektif dari para ulama untuk menyatukan gerakan (tauhidul harakah), menyamakan persepsi dan pandangan (tauhidul a’ra) serta menyatukan barisan (tauhidul shuhuf) dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks ke depan.”ucap K. H. Ma’ruf Amin
Syeikh Nawawi dalam Tafsir Marah Labib membahas Surat Ali Imron ayat 103.
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا
“Berpegangteguhlah kalian semuanya pada tali (agama) Allah dan janganlah bercerai berai.”
ولا تكونوا كالذين تفرقوا واختلفوا أي تفرقوا بالعداوة واختلفوا في الدين، أو تفرقوا بأبدانهم بأن صار كل واحد من أولئك الأحبار رئيسا في بلد، ثم اختلفوا بأن صار كل واحد منهم يدعي أنه على الحق، وأن صاحبه على الباطل.
“Dan janganlah kalian menjadi seperti orang-orang yang berpecah belah dan berselisih. Artinya mereka berpecah belah karena permusuhan dan berselisih dalam urusan agama. Atau, mereka berpecah belah secara fisik, di mana setiap pemuka agama dari mereka menjadi pemimpin di suatu negeri. Kemudian berselisih. Setiap orang dari mereka mengklaim dirinya paling benar dan lainnya berada di atas kebatilan.”
Sementara Imam Ar Razi dalam Tafsir Mafatih al Ghaib menambahkan.
إنك إذا أنصفت علمت أن أكثر علماء هذا الزمان صاروا موصوفين بهذه الصفة. فنسأل الله العفو والرحمة
“Sungguh, jika engkau bersikap objektif, niscaya engkau akan mengetahui bahwa kebanyakan ulama di zaman ini telah disifati dengan sifat perpecahan. Maka kami memohon ampunan dan rahmat kepada Allah.”
Semoga dengan hadirnya Formula se-Cirebon Raya mampu menjawab permasalahan umat. Saatnya ulama membangun konektivitas dan bersinergi dalam syiar Islam dan merawat kebangsaan”tutur K.H. Ma’ruf Amin melalui tim liputan media ini
Pewarta : Arif prihatin





