SATYA BHAYANGKARA | KABUPATEN CIREBON, – Akselerasi program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Cirebon kembali menunjukkan progres signifikan. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) UUT BEEF Dawuan Dapur 2 resmi dibuka, Suasana penuh semangat dari semua pihak. Rabu, ( 18/02/ 2026 )
Dengan hadirnya dapur kedua ini menjadi tonggak penting dalam mendukung program prioritas Presiden RI untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pemenuhan gizi yang terukur dan higienis.
Camat Tengahtani, H.Teddy, menyambut baik ekspansi ini. Menurutnya, pembukaan dapur kedua di wilayahnya merupakan langkah nyata dalam membawa dampak positif langsung ke masyarakat.
“Hari ini kita launching SPPG UUT BEEF Dawuan Dapur 2. Ini jelas sifatnya positif. Program MBG adalah program nasional yang menjadi prioritas Presiden. Khususnya di Kecamatan Tengahtani, manfaatnya sangat banyak dan membawa dampak positif bagi wilayah kami,” ujar H. Teddy Tri Susilo kepada sejumlah wartawan.
Hal senada juga disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, Muhyidin, yang memberikan apresiasi tinggi. Ia menekankan bahwa investasi pada gizi adalah investasi pada kecerdasan bangsa.
Kami sangat mengapresiasi launching kedua ini. Dengan terpenuhinya gizi, tingkat kecerdasan akan meningkat.Program MBG ini adalah langkah konkret menuju Indonesia Emas 2045,” ucapnya
Sementara Owner SPPG UUT BEEF Dawuan Dapur 2,Ir. H. Bastoni, S.Pt., M.Sc.,IPM., ASEAN ENG, menjelaskan bahwa fokus Dapur 2 tidak hanya pada pelajar, tetapi juga menyasar kelompok rentan lainnya yang selama ini belum terjangkau secara maksimal.
“Kita masih memiliki banyak balita, ibu hamil, hingga lansia yang belum mendapatkan MBG. Mudah-mudahan setelah dapur kedua jalan, mereka dapat tercover,” terangnya.
Ia menekankan aspek pemberdayaan ekonomi lokal. Bahan baku akan diambil dari wilayah Tengahtani guna menghidupkan sektor UMKM.
Selain itu, program ini merambah fungsi sosial dengan menyediakan shelter bagi anak putus sekolah untuk mendapatkan hak gizi yang sama.
“Termasuk kader Posyandu akan terlibat, sehingga kedepannya kita optimis bisa membuka dapur MBG ketiga,” tambahnya.
Dari sisi kesiapan infrastruktur, Danramil Tengahtani, Kapten Sal Piannoor, memberikan penilaian positif terkait standar operasional di lokasi.
“Dari awal kita memantau pengelolaan ini. Saya rasa sangat cukup, bahkan tempat istirahat karyawan pun memiliki standar yang bagus. Ini penting untuk menjaga kualitas layanan,” pungkas Kapten Sal Piannoor.
Dengan beroperasinya SPPG UUT BEEF Dapur 2, diharapkan mata rantai kemiskinan dan masalah stunting di wilayah Tengahtani dapat terurai melalui integrasi gizi, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi lokal
Pewarta : Arif prihatin





