SATYA BHAYANGKARA-BULUKUMBA
JAKARTA – Sekretaris Jenderal Lembaga Investigasi mendidikPro Rakyat nusantara (LIDIK PRO) secara resmi memberikan atensi khusus terhadap kesiapan infrastruktur pendukung program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG). Fokus utama sorotan tertuju pada standarisasi dan kelayakan dapur umum yang akan memproduksi ribuan paket makanan setiap harinya.
Keamanan Pangan Adalah Harga Mati
Menurut Sekjen LIDIK PRO, kesuksesan program MBG tidak hanya diukur dari distribusi makanan yang sampai ke tangan siswa, tetapi harus dimulai dari hulu, yakni kebersihan dan sanitasi dapur.
> “Jangan sampai niat mulia memberikan gizi bagi anak bangsa justru terkendala masalah teknis seperti standar higienitas yang rendah. Dapur MBG harus memenuhi standar operasional prosedur (SOP) kesehatan yang ketat,” tegasnya dalam keterangan tertulis.
Poin-Poin Utama yang Disoroti:
LIDIK PRO menekankan beberapa aspek krusial yang harus dipenuhi oleh pengelola dapur MBG di berbagai daerah:
* Sanitasi Lingkungan: Lokasi dapur harus jauh dari sumber polusi atau limbah.
* Kualitas Bahan Baku: Rantai pasok bahan makanan harus dipastikan segar dan bebas dari bahan pengawet berbahaya.
* Sertifikasi Juru Masak: Tenaga pengolah makanan diharapkan memiliki pemahaman dasar tentang gizi dan kebersihan pangan.
* Transparansi Anggaran: Menghindari adanya pemangkasan anggaran operasional dapur yang berpotensi menurunkan kualitas menu.
Ajak Masyarakat Turut Mengawasi
Lebih lanjut, LIDIK PRO menyatakan akan mengerahkan anggotanya di tingkat daerah untuk melakukan pemantauan langsung di lapangan. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa anggaran besar yang digelontorkan negara benar-benar berdampak nyata bagi kesehatan generasi mendatang.
“Kami tidak ingin dapur MBG hanya sekadar ada. Kami ingin dapur tersebut menjadi contoh fasilitas pengolahan pangan yang sehat, transparan, dan akuntabel,” tutup Sekjen LIDIK PRO.
Narasumber.Darwis
Pewarta. Basri





