Ketakutan Buruh Sawit di Sarawak: Hidup di Bawah Bayang-Bayang Operasi

News12 Dilihat

SATYA BHAYANGKARA-BULUKUMBA
Sarawak, Malaysia, 4 Maret 2026 – Kehidupan para buruh sawit di Sarawak, Malaysia, saat ini sedang di hantui rasa gelisah dan takut. Mereka terus-menerus hidup dalam ketakutan akan operasi kepolisian yang dapat terjadi kapan saja.

“Setiap kali mendengar berita tentang operasi, kami langsung merasa takut dan gelisah,” kata seorang buruh sawit yang tidak ingin disebutkan namanya. “Kami hanya ingin bekerja keras untuk mencari gaji yang sesuai dengan hasil kerja kami sehari-hari, tapi kami tidak memiliki dokumen lengkap seperti permit kerja yang sah.”

Banyak dari mereka yang tidak memiliki permit kerja yang sah karena proses penempatan yang lama dan rumit. Mereka terpaksa masuk ke Malaysia melalui jalur ilegal karena tidak dapat menunggu lagi.

Keterangan ini diunggah oleh Bang Syam Putra Tunggal di akun Facebook-nya. “Bukan kemauan kami yang tidak mau masuk melalui jalur resmi,” tulisnya. “Tapi peraturan dan persyaratan yang terlalu rumit dan proses penempatan yang lama membuat kami menjadi kurang setuju untuk masuk dengan jalur resmi. Kami hanya ingin mencari nafkah untuk keluarga kami, tapi kami tidak memiliki pilihan lain karena tekanan ekonomi yang sangat besar.”

Faktor ekonomi dan kebutuhan keluarga yang tidak memungkinkan membuat mereka terpaksa harus nekat dengan cara ilegal. “Kami hanya ingin mencari nafkah untuk keluarga kami, tapi kami tidak memiliki pilihan lain,” tambah Bang Syam Putra Tunggal.

Pemerintah Malaysia dan Indonesia harus meningkatkan kerja sama dalam melindungi hak-hak pekerja migran. Perlu ada solusi konkret untuk mengatasi masalah ini dan memberikan perlindungan bagi para buruh sawit, seperti mempermudah proses penempatan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya dokumen yang sah.

Narasumber.Fahrul

Pewarta.Basri