SATYA BHAYANGKARA-BULUKUMBA
— Polemik yang terjadi di tubuh Koperasi KSU Adil Makmur belum juga mereda. Lembaga Gerakan Intelektual Satu Komando (GISK) memastikan akan kembali menggelar aksi unjuk rasa jilid II sebagai bentuk lanjutan dari tuntutan mereka atas dugaan persoalan di internal koperasi tersebut.
Aksi lanjutan itu direncanakan menyasar tiga titik, yakni kantor KSU Adil Makmur, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bulukumba, serta DPRD Kabupaten Bulukumba.
Sebelumnya, pada Jumat 13 Februari 2026 lalu, GISK telah menggelar aksi demonstrasi di depan kantor KSU Adil Makmur. Namun massa aksi menilai tidak ada respons dari pihak koperasi. Pihak pengelola disebut tidak menemui demonstran yang datang menyampaikan tuntutan.
Dalam rapat internal Dewan Pimpinan Nasional (DPN) GISK pada Jumat (5/6/2026), Ketua Badan Investigasi Nasional GISK, Saharuddin, menegaskan bahwa aksi jilid II akan digelar dalam waktu dekat, bahkan direncanakan berlangsung pada momentum bulan Ramadan.
“Aksi yang akan kami gelar ke depan akan lebih besar lagi sebagai bentuk perhatian untuk mengingatkan bahwa setiap instansi harus menerima aspirasi masyarakat, bukan justru menghindar seperti yang dilakukan pihak KSU Adil Makmur,” tegas Saharuddin.
GISK juga menyoroti Laporan Polisi Nomor: LP/B/163/IX/2025/SPKT/Polsek Ujung Bulu/Polres Bulukumba yang dilayangkan pihak KSU Adil Makmur terkait dugaan tindak pidana penggelapan dalam jabatan.
Menurut Saharuddin, pihaknya mencurigai laporan tersebut tidak didukung bukti kerugian yang jelas.
“Kami curiga kerugian yang dilaporkan pihak KSU Adil Makmur merupakan kerugian fiktif atau tidak ada uang koperasi yang digelapkan,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Ketua Satuan Komando Pencegahan dan Tindakan GISK, Asdar, mendesak pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan UKM serta Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bulukumba untuk mengevaluasi bahkan membubarkan koperasi tersebut jika terbukti bermasalah.
“Kami menilai persoalan dugaan penggelapan dalam jabatan di tubuh KSU Adil Makmur masih simpang siur sebagaimana data yang kami kantongi,” kata Asdar.
Sementara itu, Ketua Umum GISK Andi Riyal menegaskan bahwa kasus tersebut kini menjadi perhatian serius lembaganya. Ia menyebut aksi besar-besaran akan kembali digelar, termasuk di depan kantor DPRD Bulukumba.
“Kami akan melakukan aksi besar-besaran termasuk di depan kantor DPRD Bulukumba agar Komisi II segera memanggil direktur KSU Adil Makmur untuk menyampaikan penjelasan terkait tuntutan kami pada aksi sebelumnya yang tidak mendapat tanggapan,” tegas Riyal.
Hingga berita ini diturunkan, pihak KSU Adil Makmur belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan maupun rencana aksi lanjutan yang akan digelar oleh GISK.
Pewarta. Basri







