Polres Bulukumba Gelar Apel Siaga Kamtibmas Pasca Operasi Ketupat 2026

News41 Dilihat

SATYA BHAYANGKARA-BULUKUMBA
– Usai pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang berlangsung aman, lancar, dan kondusif, jajaran Polres Bulukumba menggelar apel siaga kamtibmas.

Apel ini dalam rangka mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya dalam menghadapi sejumlah agenda besar seperti peringatan AMARAH, May Day, MEMAR, serta isu-isu nasional lainnya.

Apel siaga tersebut dilaksanakan di lapangan apel Polres Bulukumba, Senin pagi (30/3/2026), dan dipimpin langsung oleh Kapolres Bulukumba, AKBP Restu Wijayanto, S.I.K. Kegiatan ini diikuti oleh para pejabat utama (PJU), Kapolsek jajaran, serta personel Polres dan Polsek, dengan mengedepankan peran fungsi Bhabinkamtibmas.

Dalam pelaksanaan apel, Kapolres turut melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapsiagaan para Bhabinkamtibmas, termasuk memeriksa kelayakan dan kondisi kendaraan dinas operasional yang digunakan dalam mendukung pelaksanaan tugas di lapangan.

Apel siaga ini juga dilaksanakan secara serentak di seluruh jajaran Polda Sulawesi Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Kapolres membacakan amanat Kapolda Sulsel yang menekankan pentingnya memperkuat soliditas, kebersamaan, dan kesiapsiagaan seluruh personel dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Secara umum, situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Bulukumba saat ini berada dalam kondisi aman dan terkendali. Namun demikian, meskipun masa arus balik telah berakhir, kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama dalam menghadapi berbagai agenda besar serta dinamika sosial yang berkembang.

Kapolda Sulsel dalam amanatnya menginstruksikan seluruh jajaran untuk meningkatkan deteksi dini serta melakukan pemetaan secara komprehensif terhadap setiap potensi kerawanan pasca Lebaran, sekaligus memantau dinamika sosial yang berkembang secara real-time.

“Kewaspadaan harus ditingkatkan guna mengantisipasi munculnya gesekan antar kelompok masyarakat yang dipicu oleh perbedaan pandangan maupun penyebaran berita bohong (hoaks) yang dapat merusak stabilitas keamanan di wilayah Sulsel,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa narasi-narasi negatif di media sosial tidak boleh dibiarkan berkembang liar karena berpotensi memperkeruh situasi kamtibmas dan memecah belah opini publik.

Selain itu, dalam menghadapi aksi massa atau penyampaian aspirasi di lapangan, seluruh personel diminta untuk mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan komunikatif, serta tetap bertindak sesuai prosedur dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Namun demikian, penindakan tegas tetap dilakukan apabila terjadi pelanggaran hukum yang nyata.

Adapun penekanan kepada seluruh personel pengamanan, antara lain:

1. Meningkatkan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan pasca Lebaran yang ditandai dengan tingginya mobilitas masyarakat dan dinamika sosial;

2. Melakukan pemantauan terhadap kelompok atau oknum yang berpotensi memanfaatkan momentum untuk memicu provokasi, aksi unjuk rasa, maupun penyebaran isu negatif;

3. Mengoptimalkan fungsi intelijen dalam pengumpulan dan analisis informasi serta memberikan peringatan dini;

4. Mengedepankan pendekatan persuasif, komunikatif, dan sesuai prosedur dalam menghadapi aksi massa;

5. Meningkatkan patroli siber guna mendeteksi dan menindak penyebaran hoaks, provokasi, serta ujaran kebencian;

6. Memperkuat koordinasi dengan instansi terkait, tokoh agama, dan tokoh masyarakat;

7. Melaksanakan pengamanan intensif di lokasi strategis seperti pusat perbelanjaan, tempat ibadah, terminal, dan titik keramaian lainnya;

8. Mengantisipasi peningkatan aktivitas massa menjelang peringatan AMARAH (April Makassar Berdarah), May Day (Hari Buruh Sedunia), MEMAR (Mei Makassar Berdarah), serta isu nasional lainnya;

9. Melaksanakan penindakan secara tegas terhadap pelanggaran hukum dengan tetap mengedepankan prinsip profesionalitas, proporsionalitas, dan akuntabilitas.

Mengakhiri amanatnya, Kapolda Sulsel mengajak seluruh personel untuk melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan keikhlasan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat serta ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Pewarta.Basri