Kinerja Humas PT.KAI Daop 3 Cirebon Mendapat Sorotan Insan Media

News129 Dilihat

SATYA BHAYANGKARA | CIREBON, – Praktisi humas (hubungan masyarakat) atau Public Relations (PR) adalah profesional yang bertanggung jawab membangun, mempertahankan, dan mengelola citra positif serta reputasi sebuah organisasi atau individu di mata publik. Mereka menjembatani komunikasi antara organisasi dan pemangku kepentingan (stakeholders) melalui penyebaran informasi, penanganan krisis, dan manajemen media.

Tugas Utama Praktisi Humas, manajemen Reputasi : Membangun citra positif dan mengelola opini publik agar searah dengan tujuan organisasi.Komunikasi Strategis: Menyampaikan informasi kebijakan, aktivitas, atau prestasi organisasi kepada publik internal maupun eksternal.

Hubungan Media (Media Relations): Menulis siaran pers (press release), menyelenggarakan konferensi pers, dan menjalin relasi dengan jurnalis.

Pengelolaan Media Sosial & Digital: Memanfaatkan platform digital untuk promosi dan pemantauan isu secara real-time.

Penanganan Krisis: Mengatasi publisitas negatif yang dapat membahayakan reputasi perusahaan

Mengedepankan UU No.14 Tahun 2008 sebagai perwujudan transparansi, akuntabilitas,dan partisipasi dalam tata kelolah pemerintah yang baik ( good governance ) baik kegiatan dan lain – lain PT.KAI Daop 3 Cirebon diduga tebang pilih media partner

Hal ini menjadi tanda tanya dari Kalangan insan media Cirebon mengapa informasi dan Kegiatan dari PT.KAI Daop 3 Cirebon hanya beberapa media yang mendapatkan Informasi serta publikasi pemberitaan

Kenapa Wartawan sebagai Mitra Kerja PT. KAI tidak di berikan informasi ke seluruh media yang ada di Cirebon dan hanya beberapa media saja yang di Undang oleh PT.KAI dan di fasilitasi.

PT.KAI Daop 3 Cirebon mengabaikan bahkan terkesan mendiskriminasi media lain (daftar Order – red), PT.KAI LUPA ! Bahwa anggaran yang di gunakan dalam kegiatan tersebut adalah Uang Negara, Uang Rakyat bukan Uang PT KAI.

Tindakan tebang pilih atau diskriminasi dalam memilih mitra media sering kali menjadi isu sensitif, terutama dalam konteks hubungan masyarakat (PR), pemerintah, maupun perusahaan.”ucap salahsatu awak media yang enggan disebutkan namanya

Etika menuntut praktisi PR untuk memperlakukan setiap jurnalis dan media dengan cara yang sama. Perlakuan berbeda pada jurnalis tertentu dapat dianggap tidak profesional dan merusak reputasi jangka panjang.” Terangnya

Tebang pilih oleh instansi negara sering dianggap sebagai bentuk diskriminasi, terutama jika menggunakan dana publik, sehingga berisiko mendapat sorotan negatif” tandasnya

Menurut awak media apa yang digembar – gemborkan oleh Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria Dalam rapat bersama direksi PT kereta Api Indonesia ( Persero ) hanya hisapan jempol belaka

Pewarta : Arif prihatin