SATYA BHAYANGKARA JENEPONTO —Appa’dekko adalah salah satu tradisi yang sudah turun-temurun Dilakukan oleh masyarakat Jeneponto pada khususnya, yang Rutin dilaksanakan setiap ada pesta seperti yang dilakukan oleh keluarga Muh Saleh dan Ny Niar saat mengadakan pesta pernikahan putri pertamanya, Kedua mempelai “Anita Dengan Edy yang berlangsung diganrang-ganrang Kelurahan Bontoa Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan Jumat” 3/11/2023
Appa’dekko adalah salah satu adat istiadat masyarakat Jeneponto pada khususnya yang berlangsung sangat meriah karena berkalaborasi antara Gadis pilihan dengan Ibu-ibu dan dilengkapi dengan pakaian adat atau baju bodo dengan gaya tarian yang sangat unik dan dipandu dengan suara Gonk beserta gendangnya.
Menurut salah satu tokoh masyarakat Ganrang-ganrang sebut saja Dg Tammu saat dikonfirmasi terkait adat istiadat yang rutin dilakukan masyarakat Ganrang-ganrang pada khususnya mengatakan” Appa’dekko menurut Nenek-nenek moyang kami adalah salah satu rangkaian pesta seperti ma, paccing atau Anggallara A,barasanji, ketiga poin tersebut diatas Menjadi kewajiban yang harus dilakukan setiap ada pesta baik pernikahan maupun pesta Sunatan sampai saat ini,” Tutupnya.
Pimpinan Redaksi Satya Bhayangkara Muh Darwis Dg situju Akhirnya angkat bicara terkait Adat Istiadat yang dilakukan masyarakat Dijeneponto pada khususnya Dikelurahan Bontoa” Sebenarnya kalau kita mendalami ketiga poin tersebut diatas tidak ada digambarkan didalam Al’quran maupun hadits Rasulullah Saw, menurut keyakinan saya ketiga poin diatas asal mulanya dari ajaran agama Buddha, kenapa tidak karena sangat bertentangan dengan syari’at Islam yang mayoritas Islam Dikabupaten Jeneponto ini, menurut sejarah yang pernah saya baca Agama yang pertama masuk diindonesia adalah Agama Buddha menyusul Agama Islam yang sebagian masyarakat Indonesia pada waktu itu tidak mau meninggalkan ajaran Buddha sekaligus dan mencampur bautkan antara ajaran Buddha dan Ajaran Islam menjadi adat turun Temurun sampai sekarang” pungkasnya.
Pewarta H Kahar
Editor Asmaul Dg Tutu





