SATYA BHAYANGKARA-BULUKUMBA
-Pedagang dari Pasar Cekkeng Kasuara turun ke jalan Aksi Demo menyampaikan protes atas rencana pemindahan aktivitas jual beli mereka ke pasar sentral Bulukumba.Senin 07Juli 2025
Aksi ini berlangsung sebagai bentuk penolakan atas keputusan yang dinilai sepihak dan tidak melibatkan pedagang secara menyeluruh.
Pasar Cekkeng Kasuara yang telah eksis selama kurun lebih 40 tahun, berlokasi di lingkungan Kasuara Kelurahan Tanah Kongkong Kecamatan Ujung Bulu, kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan.
Pasar ini telah menjadi pusat ekonomi warga lokal dan menjadi denyut nadi perdagangan masyarakat setempat. Para pedagang mengaku khawatir kehilangan pelanggan setia dan keberlangsungan usaha mereka jika di pindahkan secara tiba-tiba.
“Ini pasar sudah ada sejak puluhan tahun,kami sudah seperti keluarga di sini, dan pembeli juga sudah terbiasa kalau kami di pindahkan, bagaimana nasib kami nanti?”ujar salah satu pedagang,dengan nada yang kecewa.
Menurut informasi dari pihak Dinas Perdagangan, pemindahan dilakukan karena Pasar Cekkeng di anggap tidak lagi memenuhi standar pasar yang ideal, ketersediaan fasilitas parkir, serta sirkulasi arus pengunjung.
Meski begitu, pedagang menyebut mereka tidak pernah dilibatkan dalam proses musyawarah dan tidak ada sosialisasi yang jelas terkait teknis pemindahan hak, serta kewajiban yang akan mereka jalani di lokasi baru.
Pihak Dinas Perdagangan menyebut lokasi di Pasar Sentral sudah disiapkan dan pedagang tidak di kenakan biaya untuk relokasi, namun iuran harian tetap akan di berlakukan sebesar Rp,5000 seperti pedagang lainnya.
“kami minta keadilan, bukan hanya dikasih tempat terus di suruh pindah,kami perlu kepastian nasib kami dan perlindungan hukum atas usaha yang kami jalankan selama puluhan tahun,”.
Aksi Demo yang di lakukan oleh para Pedagang pasar cekkeng kasuwara sekitar 200 orang massa .Rencana pemindahan para pedagang ke Pasar Sentral menuai penolakan keras. Menurut para pedagang, kebijakan itu tidak manusiawi dan tidak berpihak pada masyarakat kecil. “Lebih baik mati berdarah daripada mati kelaparan akibat kebijakan semena-mena!” seru seorang tokoh pedagang yang memimpin orasi. “Jangan paksa kami ke Pasar Sentral yang sepi, jauh, dan bayarnya mahal. Kami bukan objek eksperimen pemerintah!”
Para pedagang menegaskan bahwa mereka bukan menolak perubahan, tetapi menuntut keadilan. Lokasi Pasar Cekkeng selama ini bukan hanya tempat berdagang, tetapi juga menjadi pusat ekonomi rakyat, warisan sejarah dan budaya lokal.
“Kami akan tetap bertahan! Kami akan lawan!” teriak massa yang terus membanjiri area pasar. Mereka meminta Bupati Bulukumba dan DPRD turun langsung menemui warga dan mendengarkan jeritan hati mereka, bukan hanya duduk di balik meja dan merancang kebijakan yang merampas ruang hidup masyarakat. yang turun ke jalan.Dan sempat macet total Jln provinsi, Bulukumba,Makassar.
Rencana pemindahan para pedagang ke Pasar Sentral menuai penolakan keras. Menurut para pedagang, kebijakan itu tidak manusiawi dan tidak berpihak pada masyarakat kecil. “Lebih baik mati berdarah daripada mati kelaparan akibat kebijakan semena-mena!” seru seorang tokoh pedagang yang memimpin orasi. “Jangan paksa kami ke Pasar Sentral yang sepi, jauh, dan bayarnya mahal. Kami bukan objek eksperimen pemerintah!”
Para pedagang menegaskan bahwa mereka bukan menolak perubahan, tetapi menuntut keadilan. Lokasi Pasar Cekkeng selama ini bukan hanya tempat berdagang, tetapi juga menjadi pusat ekonomi rakyat, warisan sejarah dan budaya lokal.
Pewarta.Basri