SATYA BHAYANGKARA-BULUKUMBA
— Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto, S.I.K., didampingi Kasat Lantas AKP H. M. Nawir, Kasat Resnarkoba AKP Akhmad Risal, Kasat Intelkam AKP H. Mulyadi, serta Kasat Reskrim IPTU Muhammad Ali, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Dialog Awal Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Bulukumba Institute.
Kegiatan yang dikemas dalam suasana dialog santai tersebut digelar di Warkop AR, Jl.S Majidi Kota Bulukumba, pada Selasa malam (13/1/2026). Dialog ini dihadiri puluhan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari jurnalis media online dan cetak, aktivis, organisasi kepemudaan (OKP), mahasiswa, hingga tokoh masyarakat.
Sebelum menyampaikan paparannya, Kapolres Bulukumba mengapresiasi panitia pelaksana yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat baik dan positif sebagai ruang dialog antara Polri dan masyarakat.
“Kami jauh dari kata sempurna, namun kami terus berupaya memberikan yang terbaik. Sebagai institusi Polri, kami juga selalu membuka diri untuk mendengar serta menerima kritik, masukan, dan saran sebagai upaya meningkatkan pelayanan kepolisian, khususnya di Kabupaten Bulukumba,” ujarnya.
Dialog dipandu oleh Ustadz Andi Satria dengan mengangkat tema “Reformasi Polri, Struktur atau Kultur”. Acara dibuka langsung oleh Kapolres Bulukumba dengan paparan mengenai peran Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus menyampaikan gambaran situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Bulukumba.
Dalam paparannya, Kapolres Bulukumba juga menyampaikan sejumlah capaian kinerja Polres Bulukumba sepanjang tahun 2025, khususnya pada fungsi Reskrim, Resnarkoba, Intelkam, serta peningkatan pelayanan publik di Satuan Lalu Lintas.
Terkait tema reformasi Polri, AKBP Restu Wijayanto menjelaskan bahwa saat ini Bapak Presiden Republik Indonesia telah membentuk tim reformasi Polri yang masih melakukan kajian di tingkat pusat.
Selain itu katanya, Kapolri juga telah membentuk tim reformasi internal di tubuh Polri yang nantinya akan berkoordinasi guna menindaklanjuti rekomendasi dan bekerja sama untuk mendorong percepatan reformasi institusi Polri secara menyeluruh.
“Untuk saat ini, tim reformasi Polri masih melakukan kajian. Kami di tingkat Polres menunggu kebijakan dan pelaksanaan lebih lanjut sesuai arahan pimpinan,” ujar Kapolres.
Usai paparan Kapolres, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan dari masing-masing narasumber.
Kasat Lantas menyampaikan terkait peningkatan kualitas pelayanan kepolisian serta upaya sosialisasi tertib berlalu lintas kepada masyarakat.
Kasat Resnarkoba memaparkan langkah-langkah pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Bulukumba.
Kasat Reskrim menjelaskan penerapan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru yang mulai berlaku secara resmi pada tahun 2026.
Sementara itu, Kasat Intelkam memaparkan situasi sosial budaya serta sinergitas antara aparat kepolisian dengan aktivis dan organisasi kepemudaan yang selama ini telah terjalin dengan baik.
Setelah seluruh pemaparan narasumber, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan dialog interaktif. Sejumlah peserta secara langsung menyampaikan kritik, saran, dan masukan konstruktif kepada jajaran Polres Bulukumba terkait pelayanan publik, penegakan hukum, serta harapan perbaikan ke depan.
Seluruh masukan tersebut ditanggapi langsung oleh Kapolres Bulukumba bersama para Kasat sesuai dengan bidang masing-masing.
Kegiatan dialog berlangsung dalam suasana santai, penuh keakraban, dan interaktif sambil menikmati kopi khas Warkop AR.
Dalam penutupnya, Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto, S.I.K., menegaskan bahwa Polri tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa Polres Bulukumba terbuka terhadap kritik, saran, dan masukan sebagai bagian dari upaya perbaikan pelayanan ke depan.
“Polisi tidak bisa bekerja sendiri. Oleh karena itu, peran aktif seluruh elemen masyarakat sangat kami butuhkan. Kami mengucapkan terima kasih atas kritik, saran, dan masukan yang disampaikan. Kami menyadari Polres Bulukumba belum sempurna, namun kami berkomitmen untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kedekatan dan keakraban antara Polri dan masyarakat dalam mewujudkan Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Pewarta.Basri





