MBG Bulukumba: “Lebih Baik Uang Disimpan untuk Pendidikan dan Kesehatan”

News67 Dilihat

SATYA BHAYANGKARA-BULUKUMBA
– 24 Februari 2026 – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, kembali menuai protes dari masyarakat. Menu yang dibagikan berupa telur, roti, kacang-kacangan, dan buah-buahan seperti rambutan, dinilai tidak sebanding dengan anggaran Rp15 ribu per porsi.

Banyak orang tua penerima manfaat dan juga anak-anak yang menerima MBG mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap kualitas makanan yang disajikan. “MBG seharusnya menyediakan makanan yang lebih bergizi dan variatif, bukan hanya itu-itu saja,” kata salah satu ibu penerima manfaat.

Warga setempat mempertanyakan transparansi penggunaan anggaran dan kualitas makanan yang disajikan. “Kami ingin tahu, kemana perginya uang Rp15 ribu per porsi itu?” tanya salah satu warga.

*Kritik Pedas dari Salsabila Caca*

Salsabila Caca, seorang ibu penerima manfaat, mengungkapkan kekecewaannya terhadap program MBG. “Aku ibu dari anak penerima MBG menolak dan tidak menerima. Mending uang disimpan saja jadi kas negara digunakan untuk kepentingan pendidikan, dan kesehatan secara merata,” tulisnya di Facebook.

Salsabila juga mengkritik kualitas makanan yang disajikan, “Roti dimakan bersama telur rebus + kacang goreng lalu makan buah seadanya. Entah bagaimana cara duduknya untuk makan supaya enak.”

Postingan Salsabila menuai banyak komentar dan dukungan dari netizen yang juga merasa kecewa dengan program MBG. “Saya setuju dengan Salsabila, lebih baik uangnya digunakan untuk pendidikan dan kesehatan,” tulis salah satu netizen.

*Hutang Negara Meningkat, Kualitas Pendidikan dan Kesehatan Terabaikan*

Salsabila juga menyerukan agar pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan dan menghargai guru, sehingga generasi muda dapat menjadi lebih baik. “Hutang negara meningkat, uang pinjaman digunakan asal-asalan. Hutang rakyat lebih parah dari pada tahun-tahun sebelumnya,” tambahnya.

Pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan kualitas MBG dan memastikan bahwa program ini dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

Narasumber.Fahrul

Pewarta.Basri