SATYA BHAYANGKARA | KOTA CIREBON,– Ramadan menjadi momen Pemerintah Kota Cirebon untuk mempererat silaturahmi dengan instansi vertikal.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, bersama Ketua TP PKK Kota Cirebon, Noviyanti Edo menghadiri acara Safari Ramadan di Rutan Kelas I Cirebon Senin (16/3/2026).
Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung kondisi warga binaan sekaligus memastikan koordinasi pembinaan berjalan dengan baik.Rabu (18/3/2026).
Agenda utama dalam kunjungan ini adalah berbagi paket sembako dan memberikan dukungan moril bagi warga binaan sebagai bagian dari program “Berbagi Keberkahan”. Wali Kota menjelaskan bahwa kehadiran Pemerintah Kota Cirebon di Rutan merupakan bentuk sinergitas yang nyata. Menurutnya, kepedulian terhadap warga binaan bukan hanya tanggung jawab pihak Rutan semata, melainkan kerja bersama seluruh instansi yang ada di Kota Cirebon.
“Sore ini saya bersama Pak Karutan dan teman-teman Forkopimda, ada Pak Dandim juga, hadir untuk berbagi keberkahan dengan warga binaan. Tadi juga sudah diserahkan bantuan sembako yang diinisiasi oleh Pak Karutan. Inilah bentuk sinergitas antara Pemerintah Kota dengan instansi vertikal,” ujar Wali Kota.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan semacam ini semestinya menjadi agenda rutin yang melibatkan lebih banyak pihak. Baginya, keterlibatan institusi seperti Kejari, Kapolres, hingga OJK dalam kegiatan sosial di Rutan menunjukkan bahwa semua elemen kota peduli terhadap proses pemulihan para warga binaan.
Fokus utama Wali Kota dalam kunjungan ini adalah mengenai masa depan warga binaan setelah selesai menjalani masa hukuman. Ia ingin memastikan bahwa warga Kota Cirebon yang saat ini berada di Rutan memiliki bekal yang cukup untuk kembali ke masyarakat dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.
“Tadi Pak Karutan menyampaikan bahwa ada banyak warga binaan asal Kota Cirebon di sini. Ke depan, jika mereka sudah bebas, insyaallah akan kita arahkan sesuai kemampuan yang mereka dapatkan selama di Rutan. Kita punya sektor UMKM, nanti keahlian mereka apa, bisa kita sambungkan langsung di sana,” tegasnya.
Wali Kota melihat potensi besar dari pelatihan yang ada di Rutan, mulai dari bidang kesenian hingga pendidikan agama (pengajian). Ia berharap bekal tersebut bisa menjadi modal utama mereka untuk bekerja atau berwirausaha.
“Insyaallah kita tidak akan menyia-nyiakan mereka yang sudah terlatih di sini. Dari musik saja sudah dilatih, apalagi yang lain. Jadi nanti kita akan beri tempat yang layak supaya mereka bisa berkegiatan di luar Rutan dan mudah-mudahan tidak kembali masuk ke sini lagi,” tambahnya.
Kepala Rutan Kelas I Cirebon, Redy Agian, menyambut positif komitmen tersebut. Ia menyampaikan bahwa bantuan sosial yang diberikan Wali Kota kepada penerima manfaat yang memang membutuhkan perhatian lebih. Redy berharap kolaborasi ini berlanjut pada integrasi data setelah warga binaan bebas.
“Kegiatan ini akan berkesinambungan. Data warga binaan yang akan bebas akan kami kirimkan ke Dinas Sosial agar nantinya mereka bisa dirangkul dan didata oleh Pemerintah Kota untuk mendapatkan bantuan sosial atau program pemberdayaan selanjutnya,” kata Redy.
Menutup pertemuan tersebut, Redy juga menyampaikan rencana pemberian Remisi Khusus (RK) Idul Fitri bagi warga binaan yang memenuhi syarat. Ia menegaskan bahwa pihak Rutan akan selalu mendukung program-program pemerintah.
“Demi terciptanya kondusivitas dan pembinaan yang maksimal bagi warga Kota Cirebon,” pungkasnya.
Turut hadir Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, SH.,MH.,Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cirebon, Dr.Tr.Nanank Syamsudin, A.Md.IP,S.SOS.,M.H, kalapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, Danrem, Kapolres, Dandim, dan unsur Forkopimda kota Cirebon
Pewarta Arif prihatin





