SATYA BHAYANGKARA-SUL-SEL
-Menghadiri Penandatanganan akta pendirian Yayasan Rezki Suci Cahaya Rahmadani oleh Irsan HB, selaku Ketua Umum DPP Lembaga Suara Indonesia (LSI), merupakan langkah krusial dalam memperkuat legalitas dan landasan hukum organisasi tersebut.
Proses di hadapan notaris ini darmawati,sh jalan gunung latimojong no.19. kota makassar
Memastikan bahwa yayasan memiliki payung hukum yang sah (akta notaris) sebelum didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM untuk memperoleh status badan hukum resmi.
Pentingnya Legalitas: Akta notaris menjadi bukti otentik pendirian yayasan, mengatur tujuan, struktur pengurus, dan kekayaan awal.
Peran Ketua Umum: Keterlibatan langsung Irsan HB menegaskan komitmen pimpinan dalam memfasilitasi dan melegalkan visi misi yayasan.
Langkah ini penting untuk operasional yayasan agar sah bertindak sebagai subjek hukum, baik dalam kegiatan sosial, keagamaan, maupun kemanusiaan
Membangun Generasi Qur’ani: Misi Kemanusiaan Dan Pendidikan Islam Sosial Dan Menjelaskan bahwa yayasan ini bergerak di bidang sosial-keagamaan dengan fokus pada kesejahteraan anak yatim/piatu dan pendidikan Al-Qur’an.
Memanusiakan manusia sosial
orang lain dengan hormat, empati, dan martabat tanpa memandang status, ras, atau latar belakang
Fokus utama kami saat ini adalah menyelesaikan misi sesuai dengan visi ‘Memanusiakan Manusia’. Segala langkah yang kami ambil murni demi masa depan dan dampak sosial, bukan untuk eksistensi semata. Kami akan segera memberikan kabar setelah target perjuangan ini tercapai Versi Inspiratif Untuk Tujuan Untuk
Tentang masa depan anak-anak yang kehilangan orang tuanya dan masyarakat yang terhimpit keterbatasan Perjuangan ini bukan tentang panggung atau pujian. Ini tentang masa depan dan misi suci untuk memanusiakan manusia. Kami terus melangkah dalam senyap, dan insya Allah, keberhasilan akan menjadi kabar baik yang kami bagikan pada waktunya Versi Singkat & Tegas: “Visi kami jelas: Memanusiakan manusia. Kami berfokus pada hasil dan masa depan, bukan sekadar publikasi. Mohon doa restu agar perjuangan ini segera tuntas.”
Ketua Lembaga Suara Indonesia Irsan Hb Dg Jarre yang diusung diwujudkan melalui Kurikulum Terpadu Menggabungkan Sains Dan pengetahuan umum dengan ilmu-ilmu keislaman Pendidikan Karakter: Fokus pada penanaman adab dan akhlakul karimah (akhlak mulia) sesuai teladan Nabi Muhammad SAW
Aksi Sosial: Mengajarkan santri/siswa untuk peduli pada lingkungan sosial, sehingga tercipta kepribadian yang dermawan dan bermanfaat bagi sesama, bukan hanya fokus pada ibadah ritual pribadi.
Tujuan Yayasan ini didirikan untuk memberikan dampak pada tiga pilar utama Pendidikan: Fokus pada pengajaran baca tulis Al-Qur’an.
Sosial: Mengelola Panti Asuhan untuk anak-anak yang membutuhkan.
Agama Islam: Membangun “Generasi Qur’an” (generasi yang memahami dan mengamalkan isi Al-Qur’an)
Ketua Umum DPP Lembaga Suara Indonesia (LSI), Irsan Hb Dg Jarre, secara resmi memperkenalkan visi besar yayasan yang ia dirikan. Yayasan ini hadir bukan sekadar sebagai organisasi formal, melainkan sebagai sebuah ekosistem sosial dan rumah bagi masyarakat yang membutuhkan. Berpijak pada akta pendiriannya, lembaga ini mengintegrasikan kesejahteraan fisik anak asuh dengan penguatan spiritual melalui pendidikan Al-Qur’an.
Visi Utama: Keseimbangan Dunia dan Akhirat
Irsan Hb menekankan bahwa pendidikan tidak boleh timpang. Yayasan ini hadir untuk memastikan masyarakat, terutama golongan yang kurang mampu, mendapatkan akses terhadap:
Ilmu Duniawi: Pendidikan umum yang berkualitas untuk kemandirian intelektual.
Ilmu Ukhrawi: Penanaman nilai religius sebagai fondasi karakter yang kokoh. Pintu yayasan selalu terbuka lebar bagi siapapun yang membutuhkan tanpa terkecuali.
Tiga Pilar Utama Pergerakan Yayasan
Yayasan ini bergerak melalui tiga pilar integratif yang dirancang untuk memberikan dampak nyata dan berkelanjutan:
1. Kesejahteraan Anak (Panti Asuhan)
Pilar sosial ini memastikan yayasan tetap “membumi” dengan memberikan perlindungan langsung kepada anak yatim dan piatu.
Hunian Layak: Menyediakan tempat tinggal yang aman dan nyaman.
Kebutuhan Dasar: Menjamin kecukupan pangan, sandang, dan papan bagi anak asuh.
Pendampingan Emosional: Memberikan kasih sayang dan perhatian agar anak-anak tumbuh dengan mental yang sehat.
2. Pendidikan Sosial dan Umum
Fokus pada pemberdayaan masyarakat untuk mengurangi kesenjangan sosial melalui edukasi.
Akses Edukasi: Memberikan sarana belajar bagi masyarakat yang kesulitan biaya.
Solidaritas Warga: Membangun kesadaran sosial dan semangat gotong royong antar warga.
Bantuan Tepat Sasaran: Menjadi wadah bagi masyarakat umum yang membutuhkan pertolongan cepat
3. Keagamaan (Pendidikan Al-Qur’an)
Inilah jantung dari perjuangan yayasan, yaitu mencetak “Generasi Qur’an”.
Pemberantasan Buta Aksara Religi: Pengajaran baca tulis Al-Qur’an secara intensif dan sistematis.
Pembentukan Karakter: Menjadikan nilai-nilai Islam sebagai fondasi utama perilaku sehari-hari.
Output Unggulan: Melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki keteguhan iman dan akhlak mulia.
Sebuah Ajakan Terbuka
Irsan Hb Dg Jarre menegaskan komitmennya untuk selalu terbuka bagi masyarakat. “Kami mendirikan yayasan ini dengan tujuan mulia. Kami mengajak seluruh masyarakat yang tidak mampu agar bisa membawa anaknya ke sini. Pintu kami selalu terbuka bagi siapapun,” ungkapnya.
Dengan menggabungkan aspek kemanusiaan dan spiritualitas, Lembaga Suara Indonesia berupaya menciptakan perubahan di mana anak-anak tidak hanya dibantu secara fisik, tetapi juga dibekali dengan kemandirian dan iman untuk menatap masa depan
Pewarta.Basri




