APKOMINDO, APTIKNAS, BSSN RI dan Yorindo Dorong Transformasi Digital Rumah Sakit melalui Roadshow Nasional AI Driven Secure & Efficient

News3 Dilihat

SATYA BHAYANGKARA | JAKARTA, – Memasuki tahun 2026, transformasi digital sektor kesehatan semakin menjadi prioritas nasional. Perkembangan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI), digitalisasi layanan kesehatan, serta meningkatnya kebutuhan perlindungan data pasien mendorong rumah sakit untuk melakukan perubahan yang terukur, aman, dan berkelanjutan.

Menjawab kebutuhan tersebut, Yorindo Communication bersama APKOMINDO, APTIKNAS dan BSSN RI menyelenggarakan Workshop & Festival AI Driven Secure & Efficient dengan tema “Engineering Digital Transformation Blueprint in Hospital” pada Rabu, 10 Juni 2026 di Hotel Menara Peninsula, Jakarta.

Kegiatan ini merupakan kota ke-7 dari rangkaian Roadshow Nasional AI Driven Secure & Efficient 2026 yang telah dilaksanakan di berbagai wilayah Indonesia. Setelah sukses digelar di Surabaya, Bali, Cikarang, Batam, Purwakarta, dan Tangerang, Jakarta menjadi titik penting dalam memperkuat transformasi digital sektor kesehatan sebelum rangkaian roadshow ditutup di Balikpapan pada 25 Juni 2026 mendatang.

Acara ini dihadiri oleh jajaran direksi rumah sakit, manajemen, kepala divisi teknologi informasi, tenaga profesional kesehatan, serta para pengambil keputusan yang berperan strategis dalam pengembangan layanan kesehatan berbasis teknologi digital. Hadir pula sejumlah pengurus DPP APTIKNAS, di antaranya Yuliasiane Sulistiyawati (Ketua Komtap Cyber Security Solution), Hartanto Sutardja (Wakil Ketua Komtap Kerja Sama Luar Negeri), dan Wong Budi Gunawan (Ketua Komtap Keanggotaan), yang turut mendukung upaya percepatan transformasi digital nasional melalui pemanfaatan teknologi yang aman dan berkelanjutan.

Turut hadir memperkuat jajaran ahli dan profesional dalam kegiatan ini, yaitu Evan selaku Technical Consultant H3C Indonesia, Titin selaku Direktur PT. Solusi Amanillah Indonesia, Yoppy Sundawa dari BenQ / MSI, dan Khadaffi dari PT. ATM (PT Andalan Teknologi Mandiri), serta Leonardi Soemasta, Kepala Bidang Pengembangan OT Security Industri Manufaktur DPD APKOMINDO dan APTIKNAS Bekasi.

Direktur Yorindo Communication, Yolanda Roring, menjelaskan bahwa transformasi digital saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis bagi setiap institusi pelayanan kesehatan.

“Rumah sakit menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari tuntutan peningkatan kualitas layanan, efisiensi operasional, hingga perlindungan data pasien. Karena itu diperlukan blueprint transformasi digital yang mampu mengintegrasikan AI secara tepat guna, aman, dan berkelanjutan. Melalui roadshow nasional ini kami berupaya menghadirkan ekosistem yang lengkap, mulai dari aspek kebijakan, keamanan siber, infrastruktur digital hingga implementasi AI yang aplikatif,” ujar Yolanda.

Workshop ini mengangkat empat pilar utama transformasi digital yang saling terintegrasi, yaitu:
• Smart Infrastructure (Infrastruktur Cerdas), yang menekankan pentingnya kesiapan server, storage, bandwidth, cloud, dan integrasi data sebagai fondasi implementasi AI.
• Autonomous Cyber Defense, yaitu pendekatan keamanan siber modern yang mampu mendeteksi dan merespons ancaman secara otomatis.
• People Intelligence, yang berfokus pada peningkatan kompetensi SDM agar mampu berkolaborasi secara optimal dengan teknologi AI.
• Autonomous Automation, yaitu pemanfaatan platform low-code dan teknologi otomasi untuk meningkatkan efisiensi operasional organisasi.

Ketua Umum APKOMINDO dan APTIKNAS sekaligus Sekretaris Jenderal PERATIN, Ir. Soegiharto Santoso, S.H. (Hoky), menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital rumah sakit harus diawali dengan kesiapan fondasi infrastruktur digital yang kuat dan berstandar tinggi.

Menurutnya, masa depan layanan kesehatan akan bergerak menuju konsep borderless healthcare, di mana layanan medis dapat dilakukan lintas lokasi melalui telemedicine, Internet of Medical Things (IoMT), hingga telesurgery.

“Dalam dunia kesehatan digital, gangguan koneksi bukan lagi sekadar persoalan teknis, tetapi dapat menyangkut keselamatan pasien. Karena itu, rumah sakit perlu membangun digital backbone yang andal melalui infrastruktur berstandar medis, jaringan berkinerja tinggi, integrasi data yang baik, serta tata kelola yang patuh terhadap regulasi,” jelas Hoky yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum SPRI.

Ia juga mengingatkan bahwa implementasi AI tanpa fondasi infrastruktur yang memadai berpotensi menimbulkan risiko Black Box Syndrome, yaitu kondisi ketika sistem AI berjalan tanpa transparansi, kontrol, dan akuntabilitas yang memadai.

Selain kesiapan teknologi, Hoky menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi, termasuk perlindungan data pribadi pasien dan tata kelola informasi yang baik agar transformasi digital berjalan secara aman dan berkelanjutan.

Dari sisi keamanan siber, Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN RI, Drs. Slamet Aji Pamungkas, M.Eng., menyoroti semakin tingginya ancaman terhadap sektor kesehatan yang menyimpan data sensitif dan bernilai tinggi.

Menurutnya, sepanjang tahun sebelumnya BSSN mencatat sekitar 351,7 juta anomali trafik siber, dengan aktivitas malware mendominasi lebih dari 66 persen dari keseluruhan insiden yang terdeteksi.

“Transformasi digital harus berjalan seiring dengan penguatan keamanan siber. Rekam medis elektronik, data pasien, dan data operasional rumah sakit harus dilindungi melalui tata kelola keamanan yang baik, peningkatan kesadaran SDM, serta penerapan teknologi keamanan yang memadai. Di era AI saat ini, sistem pertahanan juga harus mampu merespons ancaman secara otomatis dan real-time,” tegas Mamung, sapaan akrab Slamet Aji Pamungkas.

Ia menambahkan bahwa perkembangan AI menghadirkan dua sisi sekaligus: sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi organisasi, namun juga berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk melancarkan serangan yang semakin kompleks.

Dalam sesi teknologi terapan, Praktisi AI-IoT Agus Dedi Supriyadi yang juga menjabat sebagai Ketua DPD APKOMINDO dan APTIKNAS Bekasi memaparkan berbagai implementasi AI dan Internet of Things (IoT) yang telah terbukti meningkatkan efisiensi operasional organisasi.

Melalui sesi workshop interaktif, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan AI, IoT, serta platform otomasi seperti n8n untuk mengintegrasikan berbagai aplikasi dan sistem kerja secara lebih efisien.

“AI bukan hanya alat analitik, tetapi dapat membantu organisasi mengambil keputusan lebih cepat, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, dan meningkatkan kualitas pelayanan. Yang terpenting adalah membangun ekosistem kolaboratif agar teknologi dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh industri nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur BIPO Indonesia, Mario Widjaja, menegaskan bahwa teknologi tidak akan pernah menggantikan pentingnya pemahaman manusia terhadap proses bisnis.

“AI yang baik tetap membutuhkan manusia yang memahami proses bisnis secara mendalam. Teknologi harus menjadi alat bantu yang memperkuat produktivitas dan kualitas pelayanan, bukan menggantikan peran manusia. Karena itu peningkatan kompetensi SDM harus menjadi prioritas utama dalam setiap transformasi digital,” kata Mario.

Selain sesi workshop, kegiatan ini juga menghadirkan Festival 12 Solusi AI untuk Rumah Sakit yang menampilkan berbagai inovasi teknologi dari para mitra industri.

Secara khusus, perhelatan festival teknologi medis ini dimeriahkan oleh kehadiran 11 perusahaan terkemuka yang mendisplay produk unggulan serta solusi inovatif mereka, yaitu: PT. Ananta Multitech Internusa, BIPO, BenQ, PT. Solusi Amanillah Indonesia, GDP, PT TITAN, PT Andalan Teknologi Mandiri, PT Hadid biz Indo, PT PCI, PT Mediqra dan PT. Masahiro.

Berbagai solusi yang dipamerkan oleh para mitra industri tersebut antara lain AI Customer Service berbasis Voicebot 24/7, Executive Assistant berbasis AI, sistem analitik data, AI Vision untuk pengelolaan limbah medis, solusi keamanan siber, Smart Infrastructure, hingga berbagai platform otomasi proses bisnis yang siap diimplementasikan di lingkungan rumah sakit.

Melalui festival tersebut, para pengambil keputusan dapat melihat secara langsung bagaimana teknologi AI diterapkan secara nyata untuk meningkatkan efisiensi operasional, kualitas pelayanan, serta pengalaman pasien.

Inilah 8 kota Roadshow Nasional AI Driven Secure & Efficient 2026:
1. Surabaya – 10–11 Februari 2026 (Rumah Sakit, Manufaktur, Perbankan)
2. Bali – 5 Maret 2026 (Rumah Sakit, Perbankan, Pendidikan, Hotel)
3. Cikarang – 9 April 2026 (Manufaktur)
4. Batam – 22 April 2026 (Manufaktur, Shipping, Rumah Sakit)
5. Purwakarta – 28 April 2026 (Manufaktur)
6. Tangerang – 7 Mei 2026 (Manufaktur)
7. Jakarta – 10 Juni 2026 (Rumah Sakit)
8. Balikpapan – 25 Juni 2026 (Manufaktur, Rumah Sakit, Hotel)

Sebagai kota ke-7 dari rangkaian Roadshow Nasional AI Driven Secure & Efficient 2026, penyelenggaraan di Jakarta diharapkan menjadi katalis bagi percepatan transformasi digital sektor kesehatan nasional, sekaligus memberikan panduan teknis dan wawasan strategis bagi rumah sakit dalam mewujudkan layanan kesehatan yang lebih cerdas, aman, efisien, serta berdaya saing di tingkat global.

Rangkaian roadshow akan ditutup di Platinum Hotel Balikpapan pada 25 Juni 2026 dengan melibatkan peserta dari sektor manufaktur, rumah sakit, dan perhotelan. Melalui kolaborasi antara APKOMINDO, APTIKNAS, BSSN RI, Yorindo Communication, para mitra teknologi, serta pelaku industri, diharapkan akselerasi transformasi digital berbasis AI dapat berlangsung lebih merata dan berkelanjutan demi mewujudkan ekosistem digital Indonesia yang aman, tangguh, dan berdaya saing global.

Pewarta : Arif prihatin