SATYA BHAYANGKARA | KABUPATEN CIREBON, – Massa blokade jalur Pantura Cirebon sebagai protes atas tewasnya pengendara ojol yang dilindas kendaraan taktis Brimob di Jakarta.
Pengendara motor berkumpul, membakar ban bekas, dan memblokade jalan utama Pantura Cirebon, menyebabkan keadaan mencekam dan polisi dilempari batu.
Situasi di lapangan masih tegang dengan barikade kawat berduri, suara sirene mobil patroli, dan jalur Pantura lumpuh total selama beberapa waktu.
Massa blokade jalur Pantura Cirebon sebagai protes atas tewasnya pengendara ojol yang dilindas kendaraan taktis Brimob di Jakarta.
Pengendara motor berkumpul, membakar ban bekas, dan memblokade jalur utama Pantura Cirebon, menyebabkan keadaan mencekam dengan teriakan massa dan lemparan batu ke polisi.
Situasi di lokasi masih tegang, dengan jalan lumpuh total selama beberapa waktu, aparat menambah pasukan sementara massa bertahan di titik blokade.
Teriknya matahari siang tak menyurutkan langkah ratusan massa yang bergerak dari arah Weru, Kabupaten Cirebon
Mereka yang ikut demo adalah mahasiswa, pengemudi ojek online, hingga elemen masyarakat yang bersepakat menyatukan suara menuju satu titik, Polresta Cirebon.
Sepanjang perjalanan, teriakan yel-yel menggema.
Namun, di tengah arak-arakan itu, tensi mulai meninggi.
Mako Polsek Sumber dan pos polisi di simpang empat Sumber jadi sasaran amarah.
Pot bunga dirobohkan, batu beterbangan, kaca pecah berhamburan.
Jalanan yang biasanya ramai kendaraan, mendadak berubah jadi panggung ketegangan.
Sesampainya di Jalan Dewi Sartika, gerbang utama Mako Polresta Cirebon tampak terkunci rapat.
Puluhan personel kepolisian berdiri berlapis, bersenjata lengkap, menjaga barikade di balik pagar cokelat tinggi.
Dari dalam markas, suara tembakan gas air mata terdengar memecah udara, disusul kepulan asap ban terbakar yang membuat langit Cirebon itu seakan kelabu.
“Kami datang ke sini bukan untuk mencari ribut. Kami hanya menuntut perubahan, menghentikan segala bentuk kekerasan aparat terhadap rakyat.”
“Polresta harus mendengar jeritan kami,” teriak salah satu koordinator aksi melalui pengeras suara
Di sisi lain, aparat tampak menahan diri.
Mereka tidak membalas aksi pelemparan massa dengan kekerasan.
Suasana di depan Polresta Cirebon masih mencekam, diwarnai teriakan, asap menyengat dan bayangan ketidakpastian
Massa kemudian melanjutkan Aksi demo, yang digelar di depan Gedung DPRD Kabupaten Cirebon memanas, Sabtu (30/8/2025).
Massa yang terbakar emosi nampak melakukan pelemparan dan pembakaran ban di dekat bagian gedung.Asap hitam dari bakaran ban membubung tinggi.
Massa nampak melempari Gedung DPRD Kabupaten Cirebon hingga kaca-kacanya pecah.
Bagian depan gedung DPRD Kabupaten Cirebon pun nampak merusak gedung.
Massa aksi nampak merangsek masuk ke bagian halaman Kantor DPRD Kabupaten Cirebon.
Pos satpam di dekat pagar Gedung DPRD Kabupaten Cirebon pun dibakar dan dirusak.
Suasana pun makin mencekam dengan makin panasnya situasi di Kantor DPRD Kabupaten Cirebon.
Pewarta : Arif prihatin