Ketua DPP LSI Yang Tidak Melakukan Mudik Ke Jeneponto Karena Alasan Pelabuhan Ibunda Tercinta Sudah Tiada lagi Dikunjungi Di tanah Kelahiran

News6 Dilihat

SATYA BHAYANGKARA-MAKASSAR
— Ketua Lembaga Suara Indonesia Irsan Hb Dg Jarre tidak melakukan mudik ke kampung halaman Camba Borong pada Lebaran tahun ini karena sedang dalam suasana duka setelah Kehilangan ibunda tercintanya Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan

Tahun ini Irsan Hb Dg Jarre Memutuskan lebaran di Kota Daeng adalah sebuah bentuk kejujuran dalam berduka esensi dari ungkapan emosional tersebut Ibu sebagai Kompas Kehidupan Istilah Pelabuhan Ibunda Tercinta

Menegaskan bahwa bagi beliau, ibu adalah dermaga tempat rindu berlabuh. Tanpa kehadiran sang ibu di pintu kayu atau di ruang tamu dengan aroma masakan khasnya, rumah di Butta Turatea terasa asing.
Menghindari “Kursi Kosong

Keputusan untuk tetap di perantauan adalah mekanisme perlindungan diri. Menghadapi realita kursi kosong saat lebaran di kampung halaman seringkali menjadi beban emosional yang terlalu berat bagi seseorang yang baru saja kehilangan.
Doa sebagai Jembatan: Meskipun raga tidak berpijak di tanah kelahiran, kutipan Anda menunjukkan bahwa bakti seorang anak kini

bertransformasi menjadi doa-doa yang “menembus batas langit”.
Ungkapan ini mewakili perasaan banyak orang yang merasakan bahwa lebaran tak lagi sama ketika sosok sentral dalam keluarga telah tiada. Jeneponto tetaplah tanah kelahiran, namun pusat gravitasinya telah berpindah ke keabadian.

Pada senyum Ibu yang menunggu di pintu kayu Pada aroma masakan yang memenuhi ruang tamu
Dan doa-doa tulus yang kau bisikkan di telingaku. Kini, Ibu telah pulang ke kampung abadi Meninggalkan aku yang terasing dalam sepi Ingin rasanya aku pulang bersujud di kakimu Namun yang kutemui hanyalah gundukan tanah bisu. Maafkan

Anakmu, Ibu. Lebaran ini aku tak pulang ke Butta Turatea Sebab setiap sudut rumah hanya akan memanggil namamu Dan aku belum cukup kuat melihat kursi kosong itu.

Biarlah takbir ini kusampaikan lewat doa Menembus batas langit, langsung ke pelukmu di sana Meski ragaku tak menginjak tanah halaman Cintaku padamu, Ibu, takkan pernah ada perpisahan.

Pewarta.Basri