Porang Tembus 11 Ribu/Kg di Musim Awal Panen, Petani Kindang Bersyukur Saat Cengkeh Minim Buah

News7 Dilihat

SATYA BHAYANGKARA-BULUKUMBA
– Baru sepekan memasuki musim panen, harga porang di tingkat petani Desa Garuntungan, Kecamatan Kindang sudah menyentuh Rp11 ribu per kilogram.

Angka itu langsung mempertegas posisi Desa Garuntungan sebagai sentra porang baru di Bulukumba. Selama 3 tahun terakhir, kebanyakan petani di desa ini memang beralih menanam porang secara masif setelah melihat peluang pasar.

Toteng, petani porang asal Garuntungan yang akrab disapa Bota’, tak bisa menyembunyikan rasa leganya. “Alhamdulillah, sangat bersyukur dengan harga porang sekarang. Ini paling bagus sejak saya tanam,” ujarnya di kebun miliknya, Selasa 21 April 2026.

Bagi Bota’, harga Rp11 ribu per kilo terasa seperti jawaban. Sebab di saat yang sama, kebun cengkeh miliknya dan kebanyakan warga justru minim berbuah musim ini.

“Kalau andalkan cengkeh, tahun ini berat. Porang yang nolong,” imbuhnya.

Petani lain, Andi Addi, mengaku hal senada. Menurut Andi Addi, harga Rp11 ribu di awal musim ini membuat petani berani memperluas tanam. “Baru panen sedikit saja sudah Rp11 ribu. Tahun lalu awalnya cuma Rp7 ribu. Kalau cengkeh tidak ada buah, kami fokus ke porang,” katanya.

Dari sisi pengepul, Liana membenarkan harga tersebut. Ia menyebut Rp11 ribu per kilo adalah harga awal panen yang dibayarkan langsung ke petani. Sebelum panen, harga terakhir di level Rp10 ribu per kilo.

Liana mengingat betul pola tahun lalu. “Musim 2025 itu harga mulai Rp7 ribu, pelan-pelan naik, dan tutup di Rp11 ribu. Sekarang awalnya saja sudah Rp11 ribu,” jelas Liana.

Karena panen raya baru dimulai, Liana optimistis harga masih bisa bergerak naik. “Mudah-mudahan tembus lebih dari Rp11 ribu. Stok dari Garuntungan bagus-bagus,” katanya.

Keputusan kebanyakan petani Garuntungan menanam porang dalam 3 tahun terakhir kini terbayar lunas. Dengan harga awal musim yang langsung Rp11 ribu per kilo, tren tahun lalu yang merangkak dari Rp7 ribu ke Rp11 ribu berpeluang terulang. Desa Garuntungan, Kecamatan Kindang, Bulukumba pun makin kokoh sebagai sentra, di saat cengkeh minim buah dan pengepul seperti Liana siap menampung berapa pun hasil panen.

Narasumber,Toteng

Pewarta. Basri