SATYA BHAYANGKARA | INDRAMAYU, – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu menggelar kegiatan pengambilan sumpah dan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bagi dua narapidana terorisme (Napiter). Kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan Lapas Indramayu pada Jumat, 24 April 2026 mulai pukul 09.00 WIB.
Acara ini dihadiri oleh perwakilan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Densus 88, Bapas Cirebon, Kodim 0616, Polres Indramayu, serta jajaran instansi terkait lainnya. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan sinergi kuat dalam mendukung program deradikalisasi di wilayah Kabupaten Indramayu.
Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari program pembinaan kepribadian bagi warga binaan. Program tersebut difokuskan pada penanaman nilai-nilai kebangsaan dan rasa cinta yang mendalam terhadap tanah air.
“Ikrar setia kepada NKRI ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum penting dalam proses pembinaan,” ujar Fery Berthoni. Ia berharap para Napiter benar-benar memahami dan mengamalkan nilai kebangsaan baik selama masa pidana maupun saat kembali ke masyarakat.
Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Kemenkumham Jawa Barat, Ishadi, menyebut kegiatan ini sebagai wujud nyata keberhasilan pembinaan. “Kegiatan pada hari ini adalah wujud nyata dari keberhasilan kita bersama dalam membangun kesadaran dan semangat kebangsaan bagi saudara kita yang sebelumnya sempat tersesat,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa ikrar yang diucapkan oleh para narapidana tersebut memiliki makna transformasi yang sangat mendalam. Ikrar tersebut menjadi simbol komitmen dan keberanian untuk memulai hidup baru sebagai bagian dari masyarakat yang mencintai perdamaian.
Ishadi juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas ketulusan para warga binaan yang telah menyatakan kesetiaan mereka kepada negara. Ia meminta mereka menjadikan momentum ini sebagai titik balik untuk meninggalkan masa lalu dan menatap masa depan yang lebih cerah.
Kegiatan ikrar setia NKRI ini juga diisi dengan penayangan video pembinaan narapidana yang berkaitan dengan keberhasilan program deradikalisasi. Prosesi inti berupa pengambilan sumpah dilakukan dengan pendampingan rohaniawan serta penandatanganan dokumen ikrar secara resmi.
Para Napiter kemudian melanjutkan prosesi dengan pembacaan Pancasila serta melakukan penghormatan dan penciuman Bendera Merah Putih. Suasana haru menyelimuti ruangan saat para peserta meneriakkan yel-yel “NKRI Harga Mati” sebagai penutup komitmen mereka.
Berthoni menegaskan bahwa sinergi lintas instansi menjadi kunci utama dalam keberhasilan program pembinaan narapidana kasus terorisme. Pihaknya tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan berbagai pihak agar proses pembinaan berjalan optimal dan tepat sasaran.
“Dukungan dari berbagai pihak sangat penting agar proses pembinaan berjalan optimal dan narapidana dapat kembali ke masyarakat dengan pemahaman yang benar tentang kebangsaan,” katanya. Melalui kegiatan ini, kesadaran bernegara para Napiter diharapkan terus meningkat demi memperkuat keutuhan NKRI.
Pewarta : Arif prihatin





