SATYA BHAYANGKARA | JENEPONTO — 1 Mei 2026, Panggung Hari Jadi ke-163 Kabupaten Jeneponto berubah menjadi etalase capaian dan arah masa depan daerah. Di hadapan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaeman, Bupati Paris Yasir memaparkan lompatan kinerja ekonomi dan percepatan pembangunan yang kian terukur.
Mengusung tema “A’bulosibatang, Ikhlas dan Bahagia”, peringatan berlangsung khidmat di Ruang Pola Kantor Bupati. Bupati menegaskan visi “Jeneponto Bahagia” sebagai arah pembangunan yang tidak berhenti pada simbol, tetapi diterjemahkan dalam capaian konkret.
“Pertumbuhan ekonomi 2025 mencapai 6,59% dan menempatkan Jeneponto di lima besar Sulawesi Selatan. Ini sinyal kuat bahwa fondasi ekonomi daerah kian kokoh,” tegasnya.
Data yang dipaparkan menunjukkan PDRB Jeneponto menembus Rp34,11 triliun dengan sektor pertanian sebagai penopang utama. Dari sisi kesejahteraan, angka kemiskinan turun menjadi 11,42%, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka menyusut ke 1,88%. Indeks Pembangunan Manusia turut naik ke 70,25—indikator perbaikan kualitas hidup yang semakin nyata.
Tak hanya angka, panggung peringatan juga menampilkan video capaian Bupati dan Wakil Bupati Islam Iskandar sejak dilantik hingga kini—merangkum percepatan pembangunan lintas sektor. Rangkaian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti peresmian ruas jalan, gedung layanan publik, dan puskesmas, penguatan jaminan sosial melalui BPJS, penyerahan santunan, hingga penghargaan bagi insan pers.
Sorotan lain datang dari sektor olahraga dan ruang publik: peresmian Stadion Mini Turatea yang diproyeksikan menjadi ikon baru kebanggaan daerah.
Pada momentum yang sama, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyerahkan paket bantuan strategis senilai sekitar Rp10 miliar—meliputi satu unit mobil damkar, traktor roda empat, hibah rumah ibadah Rp1,11 miliar, serta bantuan kemasan dan peralatan bagi UMKM—sebagai penguat layanan publik dan ekonomi kerakyatan.
Dalam arahannya, Gubernur Andi Sudirman Sulaeman memberikan apresiasi atas capaian Jeneponto sekaligus menegaskan dukungan berkelanjutan provinsi untuk akselerasi pembangunan daerah.
Menutup sambutannya, Bupati menekankan bahwa fase berikutnya adalah menjaga ritme dan memperluas dampak. “Kita tidak mengendurkan langkah. Ketahanan pangan, penguatan UMKM, pembangunan Pasar Modern Karisa, serta peningkatan pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas berikutnya,” ujarnya.
Hari Jadi ke-163 bukan sekadar seremoni—ia menjadi penanda bahwa Jeneponto sedang berlari, bukan berjalan, menuju lompatan pembangunan yang lebih tinggi.
Irsan hb










