Hardiknas 2026, Bupati Cirebon Ajak Generasi Muda Cirebon Tampil Kreatif dan Kompetitif dengan Pengawasan yang Aktif

News8 Dilihat

SATYA BHAYANGKARA | KABUPATEN CIREBON,— Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon berlangsung meriah dan sarat makna. Kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum untuk menegaskan pentingnya peran pendidikan dalam mendorong kemajuan daerah.

 

Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, dalam sambutannya menekankan bahwa kemajuan suatu daerah tidak dapat dipisahkan dari kualitas pendidikan dan peran para pendidik.

“Hardiknas ini kami berharap bahwa suatu kemajuan tidak lepas dari pendidikan, dan pendidikan tidak lepas dari para pendidiknya. Jadi kita berharap guru-guru menjadi agen perubahan pola pikir agar Cirebon menjadi maju,” ujarnya.

 

Ia juga mengapresiasi pameran hasil karya kreatif siswa yang ditampilkan, seperti inovasi batik berbahan telur dan garam. Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan potensi besar generasi muda Cirebon.

 

“Kami juga berharap Hardiknas ini masyarakat dan guru-gurunya menjadi suri teladan. Pendidikan adalah program paling utama, barang siapa orang berilmu, hidup akan menjadi mudah,” tambahnya.

 

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Hasan Basori, menegaskan bahwa pendidikan merupakan prioritas utama yang diamanatkan oleh regulasi nasional.

 

Ia mengapresiasi upaya Dinas Pendidikan dalam menyelenggarakan peringatan Hardiknas serta menyoroti adanya dukungan pemerintah pusat berupa program revitalisasi sekolah di Cirebon saat di wawancarai 2 April 2026.

 

“Pendidikan berbasis kreativitas dan pengembangan ekonomi sudah seharusnya kita dukung bersama,” ungkapnya.

 

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Ronianto, menjelaskan bahwa peringatan Hardiknas tahun ini menghadirkan dua fokus utama, yakni apresiasi terhadap prestasi siswa dan pengembangan seni serta keterampilan.

 

Menurutnya, kegiatan ini menjadi panggung bagi para pemenang ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional untuk menampilkan bakat mereka di hadapan publik.

 

“Kami berharap pendidikan di Kabupaten Cirebon bukan hanya teori, tetapi mampu diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, seperti pengelolaan sampah agar bermanfaat secara nyata,” jelasnya.

 

Ia juga menambahkan bahwa tahun ini Kabupaten Cirebon menjadi proyek percontohan (pilot project) program “seniman masuk sekolah” yang diinisiasi oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, di mana para seniman lokal akan terlibat langsung dalam pembelajaran budaya di sekolah.

 

Dukungan juga datang dari Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Jawa Barat. Perwakilannya, Sugito Adiwarsito, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

 

Ia menilai pameran karya siswa merupakan bukti nyata potensi luar biasa yang dibimbing oleh guru dan kepala sekolah.

 

“Ini adalah bentuk apresiasi untuk tenaga pendidikan di Kabupaten Cirebon. Harapannya ke depan penyelenggaraan semakin baik, apalagi kegiatan ini didukung berbagai pihak meskipun non-APBN,” ujarnya.

Pewarta : Arif prihatin